Awas! Cirebon Belum Aman, Jambret Masih Merajalela

Sasar Perempuan, Korban Diikuti saat Keluar dari Kompleks Perumahan

Jalan Lemahduwur, Desa Arjawinangun, salah satu titik rawan kejahatan. Pelaku penjambretan kerap beraksi dengan menyasar kaum perempuan. FOTO:CECEP NACEPI/RADAR CIREBON

CIREBON-Hati-hati melintasi jalan Lemahduwur, Desa Arjawinangun, Kabupaten Cirebon. Di lokasi itu, masih kerap terjadi aksi penjambretan. Korban terbaru yang mengalami penjambretan di lokasi itu adalah Kaerunisa (27). Peristiwanya pada Jumat malam lalu (20/9) sekitar pukul 20.00 WIB.

Data yang dihimpun Radar Cirebon, Kaerunisa yang merupakan warga kompleks Perumahan Grand Arjawinangun itu kehilangan sejumlah uang dan handphone jenis Vivo Y53. Kejadian bermula saat korban akan kondangan ke temannya di Blok Kebonpring, Desa Arjawinangun, Kabupaten Cirebon.

Tak sendirian, dia mengajak anaknya yang masi kecil. Ibu dan anak itu menggunakan Honda Vario. Sekitar pukul 20.00 WIB Kaerunisa melaju dari arah Tegalgubug menuju Arjawinangun. Mendekati lokasi kejadian, dia disalip oleh orang terduga pelaku.  Korban pun tidak menaruh curiga dan melanjutkan perjalanan dengan kembali menyalip pelaku.

Tiba-tiba pelaku memepet korban dan mengambil tas yang tersimpan di dashboard depan. Merasa dijambret, Kaerunisa mencoba mengejar pelaku. Namun, laju pelaku cukup kencang. Dalam sekejap kedua pelaku hilang dari pandangan mata.

“Diduga pelaku sudah mengikuti saya dari saya keluar perumahan. Dia juga nyalip saya, untuk memantau lokasi depan, kemudian baru mepet setelah sampai makam Kiruncum dan ambil tas yang disimpan di depan motor,” kata Kaerunisa saat ditemui oleh Radar Cirebon di rumahnya, Minggu (22/9).

Kaerunisa mengaku dirinya sempat melihat pelaku yang tidak pakai penutup muka. Pelaku tersebut dengan ciri perawakan besar kekar, terlihat masih muda. “Dia pakai kaos hitam dan celana pendek. Pelaku melakukan aksi satu orang dengan mengendarai motor matic hitam,” ucapnya.

Suami korban, Awaludin (33), bersyukur anak dan istrinya tak sampai jatuh dari motor. Dia menceritakan, tidak seperti biasanya istrinya yang biasa kondangan dengan jarak dekat tidak membawa tas. Namun, kali ini membawa tas dan handphone. “Alhamdulillah istri dan anak tidak apa-apa. Hanya tas yang berisi uang sebanyak Rp400 ribu lebih dan handphone Vivo Y53 yang hilang dibawa pelaku,” kata Awaludin.

Menurut Awaludin, peristiwa di lokasi yang sama sudah kerap terjadi. Terlebih lagi lokasi itu sepi dan tak adanya penerangan jalan umum (PJU). “Berati dari bulan puasa sampai sekarang, yang saya tahu sudah 4 kali kejadian dan itu termasuk istri dan tetangga saya. Saya harap tidak ada korban lain lagi. Cukup istri saya saja yang terakhir,” katanya.

Disinggung agar laporan ke pihak kepolisian, Awaludin mengaku masih enggan mengurus ke kepolisian karena dianggapnya ribet. Dia mulai  ikhlas dengan apa yang terjadi dengan istrinya. “Kalau ke polisi nanti laporan, diperiksa dan lain-lain ribet. Jadi sudah saja. Gak mau laporan,” katanya. (cep)

Berita Terkait