Awal Tahun 2020, 20 Ribu Hektar Petani Sudah Cocok Tanam

TANDUR: Puluhan petani di Desa Wangunharja, Kecamatan Jamblang sudah mulai menggarap sawahnya. FOTO: NUR VIA PAHLAWANITA/RADAR CIREBON

Musim hujan membawa berkah bagi para petani. Pasalnya, areal persawahan yang tadinya tandus alias kering kerontang, kini setelah diguyur hujan merata, kawasan persawahan di Kabupaten Cirebon bisa bercocok tanam.

NUR VIA PAHLAWANITA, Sumber

ANGGOTA Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Cirebon, Tasrip Abu Bakar menyampaikan, hujan berturut-turut saat ini, telah terjadi di wilayah Kabupaten Cirebon.

“Awal tahun 2020 sudah menjadi pengharapan petani. Petani sudah mulai membajak sawahnya. Dari 53 ribu hektar (ha) sudah mulai ditanami 20 ribu ha,” kata Tasrip kepada Radar Cirebon, Senin (13/1).

Dikatakan, beragam varietas padi yang ditanam sejumlah petani yang mulai menggarap lahan persawahannya, mulai dari Ciherang, IR64, Pandan Wangi, beras merah dan jenis lainnya.

Menurutnya, Kabupaten Cirebon memiliki area pesawahan seluas 53.180 Ha, namun yang cukup subur dan memiliki saluran irigasi yang baik, hanya sekitar 46 ribu Ha. Lebih dari itu, sebelum dilakukan penanaman padi, terutama persiapan para petani terhadap benih padi yang akan ditanam, juga dilakukan persiapan lahan. Dalam pengolahan lahan, harus dilakukan agar kualitas padi nantinya dapat tumbuh bagus.

“Persiapannya mengenai jenis benih padi yang akan ditanam. Selain itu, persiapan lahan dalam pengolahan lahan juga harus dilakukan. Agar kualitas padi nantinya dapat tumbuh bagus. Untuk tahan cuaca, penyakit seperti hama varietas padi yang bagus ialah Invari 32, Invari 42 Ciherang dan mp400,” ungkapnya.

Musim tanam padi (MT) pertama tahun 2020, lanjutnya, mulai berlangsung saat musim penghujan tiba. Karena jenis tanaman padi merupakan tanaman yang sangat tergantung oleh air mencapai 90 persen.

“Tanaman padi harus terendam air secara terus-menerus. Untuk mendapatkan hasil tanaman yang bagus dan berisi. Selain itu, juga harus dipupuk dan disemprot dengan insektisida untuk membasmi dan mencegah terjangkitnya penyakit padi. Tapi kalau terus-terusan kena air juga nggak bagus. Nanti sawahnya kebanjiran. Makanya, petani sudah paham betul terhadap cuaca ekstrem ini,” tuturnya.

Sementara itu, Sucipto petani di Desa Wangunharja Kecamatan Jamblang menuturkan, pihaknya baru saja melakukan cocok tanam di areal persawahannya. “Iya nih mumpung cuaca bagus. Dari kemarin sudah dilakukan penanaman. Pembajakan sendiri sudah pekan lalu. Mudah-mudahan hasilnya bagus. Apalagi sawah di sini cukup produktif, setahun bisa panen 3 kali,” ujarnya. (*)

 

Berita Terkait