Atasi Kekeringan, Pemda Kuningan Adakan Rakor

Rakor-Atasi-Kekeringan
TANGANI KEKERINGAN. Kepala DPRPP, HM Ridwan Setiawan SH MH MSi memimpin rapat koordinasi terkait penanganan kekeringan bersama instansi dan BUMD, kemarin. Foto: Agus Panther/Radar Kuningan

KUNINGAN– Pemerintah daerah mengadakan rapat koordinasi terkait penanganan kekeringan. Rakor ini dilakukan, untuk menemukan solusi penanganan kekeringan agar tidak kembali terulang di tahun mendatang.

Rapat dihadiri sejumlah instansi terkait seperti DPRPP, Bappeda, BPBD, PDAM, DPMD, dan DPUPR. Ada sekitar 15 orang yang terlibat dalam pembahasan mengenai kekeringan di kantor DPRPP Kuningan.

Saat pembahasan, Kepala DPRPP Kuningan HM Ridwan Setiawan menegaskan, sesuai arahan Bupati Kuningan H Acep Purnama, agar segera dilakukan langkah konkrit penanganan kekeringan kekurangan air bersih. Hal ini dikaitkan pula dengan penyusunan RAPBD tahun 2020, agar kejadian serupa tidak kembali terulang di tahun depan.

“Terima kasih untuk upaya penanganan yang sudah dilakukan oleh BPBD, PDAM, SKPD, dan organisasi atau lembaga non pemerintah serta badan usaha dalam pendistribusian air bersih. Namun perlu juga dicari sumber mata air baru, khususnya untuk PDAM disamping perbaikan dan perluasan jaringan,” tandas Ridwan.

Selain itu, penanganan daerah pedesaan direncanakan dengan program Pamsimas, Solar sel, penarikan dari sumber air baru dan sumur bor. Adapula peluang bantuan pemerintah pusat untuk penyediaan air minum yang layak, bisa dialokasikan khususnya bagi 15 desa terdampak kekeringan kekurangan air bersih.

“BPMD juga agar bisa mendorong desa untuk alokasi pemeliharaan dan perbaikan sarana air bersih, yang telah difasilitasi pemerintah,” imbuh dia.

Dia menyebutkan, ada sebanyak lima desa yang sudah bisa diatasi seperti Desa Cibulan, Kecamatan Cidahu melalui program Pamsimas tahun 2019, Desa Cimahi Kecamatan Cimahi program dana intensif daerah tahun 2020, Desa Cihanjaro Kecamatan Karangkancana program pamsimas tahun 2020, Desa Kalimanggis Wetan Kecamatan Kalimanggi program pamsimas tahun 2020, dan Desa Mekarjaya Kecamatan Ciawigebang program dana intensif daerah tahun 2020.

“Kemudian untuk 10 desa yang belum tertangani, bisa diatasi dengan pembuatan sumur bor dari ESDM, serta simultan pemasangan jaringan sekunder dan tersier dari jaringan pipa Citaal Jabranti tahun 2010,” katanya.

Pihaknya juga menegaskan, ada tiga langkah yang perlu diambil yakni perbaikan jaringan utama PDAM jalur Cibulan dan penambahan sumber mata air Linggarjati, serta perluasan jaringan menjadi prioritas penggunaan dana NUAS dan perlu disipakan secara matang. Lalu kedua, jalur pipa Citaal Jabranti yang dibangun BBWS tahun 2020 perlu diantisipasi Bidang Pamsimas untuk penyaluran Cijurang Citaal dan dari jaringan utama ke desa-desanya.

“Terakhir, yakni disiapkan surat ajuan permohonan pembuatan sumur bor ke ESDM minimal untuk empat titik di lokasi terdampak kekeringan yang belum tertangani,” tutupnya. (ags)

Berita Terkait