Atap Laboratorium MTsN Jatitujuh Lapuk Ambruk, Perbaikan Tak Kunjung Direalisasi

Sudah Ajukan Renovasi, Keburu Ambruk

MAJALENGKA-Ruang uji laboratorium IPA MTs Negeri Jatitujuh yang berlokasi di Desa Jatitujuh, Kecamatan Jatitujuh ambruk. Kejadian terjadi sekitar pukul 15.45 WIB, Minggu (8/12). 

MAJALENGKA-Ruang uji laboratorium IPA MTs Negeri Jatitujuh yang berlokasi di Desa Jatitujuh, Kecamatan Jatitujuh ambruk. Kejadian terjadi sekitar pukul 15.45 WIB, Minggu (8/12).

Peristiwa ini diduga akibat lapuknya atap ruangan tersebut. Wakil Kepala Bidang Humas MTs Negeri Jatitujuh, Badul Azis Yayat mengatakan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Pihaknya mengaku sebelumnya sudah mengajukan renovasi sejak beberapa tahun lalu.

“Tetapi mungkin karena banyak kegiatan atau prioritas lain sehingga sampai kejadian ini belum ada tindakan,” katanya kepada wartawan, Minggu (8/12).

Pihaknya mengaku sudah melakukan antisipasi. Sejak satu bulan lalu, pihaknya melakukan pemagaran agar tidak ada peserta didik yang beraktivitas di ruang laboratorium ini.

“Karena khawatir kondisinya sudah lapuk dan memprihatinkan, jadi kami pagar. Saat kejadian berlangsung, tidak ada hujan maupun angin,” terangnya.

Sebelum ambruk, pihak sekolah memang sudah ketar-ketir. Apalagi saat ini sudah memasuki musim penghunan. Penjaga sekolah pun selalu melakukan koordinasi dan komunikasi. Namun akhirnya peristiwa ini tidak bisa dibendung.

Abdul Azis mengaku peristiwa ini tidak menggangu kegiatan belajar mengajar (KBM) karena lokasi memang sudah disterilkan dari aktivitas.

“Kebetulan besok (hari ini, red) akan UAS. Tapi sudah tidak dihuni sejak beberapa tahun terakhir. Kerugian ditaksir sekitar Rp70 juta. Diharapkan ada hikmah dan kementerian terkait segera menindaklanjutinya,” pungkasnya.

Kapolsek Jatitujuh AKP Asep Supriyadi, didampingi Kasi Humas, Aiptu Yuli Purnomo menambahkan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka pada peristiwa tersebut.

“Diduga ambruk karena kondisi bangunan yang sudah tua. Sehingga sudah tidak kuat lagi untuk menyangga atau menopang beban genting atau atap bangunan tersebut,” tandasnya. (ono)

Berita Terkait