Aset Sunjaya di Luar Cirebon pun Diburu KPK

Penyitaan Berlanjut, KPK Nyasar Tanah dan Rumah Sunjaya

KPK memasang plang penyitaan atas tanah Sunjaya Purwadisastra di wilayah Talun, kemarin. INZERT: Rumah Sunjaya di Kelurahan Babakan yang dijadikan markas Sunjaya Purwadi Center (SPC) juga disita KPK.FOTO:ILMI YANFAUNNAS-DENY HAMDANI/RADAR CIREBON

CIREBON-Aset-aset Sunjaya Purwadisastra yang terkait tindak pidana pencucian uang (TPPU) terus diburu. Pada hari kedua kemarin (21/11) misalnya, penyidik KPK menyegel tanah dan rumah Bupati Cirebon periode 2014-2019 itu.

Rumah yang disita KPK merupakan lokasi yang menjadi markas Sunjaya Purwadi Center (SPC) yang berada di Kelurahan Babakan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Luasnya 2007 meter persegi. Sementara tanah yang disita seluas 6.000 meter persegi di Desa Cempaka Blok Sigeblak RT 01 RW 06, Kecamatan Talun.

Salah satu warga yang memanfaatkan lahan sawah milik Sunjaya di Desa Cempaka, Karso, mengaku kaget dirinya tiba-tiba kedatangan tim KPK. Karso yang memanfaatkan lahan Sunjaya untuk ternak bebek itu mengaku didatangi 14 orang total yang merupakan tim KPK.

Mereka menggunakan 5 mobil. “Ya sempat nanya-nanya. Mereka tanya saya, apa yang saya lakukan di atas lahan milik Sunjaya. Saya bilang saya manfaatkan dengan ternak bebek dan lain-lain,” cerita Karso saat ditemui di lokasi penyitaan.

Masih kata Karso, ada lima plang yang dipatok oleh KPK. “Ada sekitar lima plang yang dipatok. Di depan pinggir jalan sampai ke tengah. Totalnya katanya ada sekitar 6.000 meter persegi yang disita KPK di Desa Cempaka ini,” ujarnya.

Karso menjelaskan, tanah bagian depan di pinggir jalan merupakan tanah yang dibeli Sunjaya dari Partai Demokrat. “Itu kan dulunya mau dibangun kantor DPC Demokratk tapi gak jadi. Lalu tanah tersebut dibeli oleh Sunjaya,” ucapnya.

Sedangkan sawah atau tanah yang di bagian tengah, menurut Karso, Sunjaya membelinya dari warga setempat. “Ya itu tanah yang di bagian tengah tadinya milik warga pribumi sini, tapi kemudian dibeli oleh Sunjaya,” pungkas Karso.

Selain menyita aset tanah di Desa Cempaka, Kecamatan Talun, KPK juga menyita aset rumah dan tanah di Kelurahan Babakan, Kecamatan Sumber, seluas 2007 meter persegi. Lurah Babakan Abdul Roup mengaku  KPK melakukan penyitaan sekitar pukul 08.30.

“Setengah Sembilan mereka (KPK, red) ke sini. Bahkan  sebelum ke rumah Sunjaya, mereka terlebih dahulu ke kantor kelurahan. Saya sempat di-BAP dan diminta tolong untuk menjaga plang penyitaan jangan sampai rusak dan lepas,” ujar pria yang akrab disapa Roup itu kepada Radar Cirebon.

Roup menjelaskan, rumah Sunjaya di Kelurahan Babakan selama ini dijadikan markas Sunjaya Purwadi Center (SPC). “Ramainya saat masa kampanye pilkada saja. Setelah pilkada rumah itu sepi. Tidak ada yang mengurus sehingga terkesan tidak terurus dengan banyak tanaman liar tinggi-tinggi,” tuturnya.

Roup menjelaskan, luas rumah dan tanah yang dibeli Sunjaya sejak beberapa tahun lalu itu sekitar 2007 meter persegi. “Bangunan memang kecil, tapi tanahnya cukup luas,” ungkapnya. Roup mengungkapkan ada 90 bidang aset Sunjaya yang tengah dalam penyitaan tim penyidik KPK.

“Tadi sih (Kamis, red) saya dapat info katanya ada 30 bidang aset di Kabupaten Cirebon dan sisanya di luar Kabupaten Cirebon. Total aset sebanyak 90 bidang aset yang tengah dalam proses penyitaan KPK. Jadi yang di Cirebon maupun yang di luar Cirebon kabarnya dalam proses penyitaan,” kata Raoup.

Sebelumnya, Rabu  (20/11), penyidik KPK juga melakukan pematokan sekaligus memasang plang nama penyitaan atas tanah-tanah Sunjaya. Antara lain di Desa Budur, Kecamatan Ciwaringin, Desa Cisaat, Kecamatan Dukupuntang, kemudian di Kecamatan Sumber, dan Desa Jatianom, Kecamatan Susukan. (den)

Berita Terkait