Asah Kemampuan Sosial Siswa SMKN 2 dengan OCD

Kepala Sekolah SMKN 2 Kota Cirebon Dharyatmo Kismono, bermain lompat tali bareng muridnya di lapangan, Kamis (7/11). Kegiatan ini untuk memperingati hari anak international dengan tema Sehari Belajar di Luar.FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON- Siswa di SMKN 2 Cirebon menggelar Outdoor Classroom Day (OCD) atau Sehari Belajar di Luar Kelas yang dicanangkan oleh Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dalam rangka memperingati Hari Anak Internasional yang dirangkaikan dengan berbagai kegiatan.

Kamis, (7/11), Siswa tidak hanya dituntut untuk menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan akademis. Mereka juga harus mengasah kemampuan sosialnya. Melalui OCD, siswa diberi kesempatan untuk mengasah kemampuan sosialnya.

Dalam rangkaian kegiatan OCD ini, semua guru menyambut siswa melalui Senyum, Sapa, Salam (3S). Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan berbagai kegiatan yang dilakoni oleh para siswa dan guru mulai dari cuci tangan sebelum makan, berdoa dan makan bersama dan membuang sampah pada tempatnya, serta menjaga lingkungan. Setelah itu, Mereka juga melakoni berbagai permainan tradisional dan menyanyikan yel yel Sekolah Ramah Anak (SRA).

Kepala SMKN 2 Cirebon Dharyatmo Kismono mengungkapkan, kegiatan tersebut akan membangun kebersamaan diantara guru guru dan para siswa. Selain itu, kegiatan bermain juga merupakan salah satu hak anak yang mampu mengajarkan keterampilan penting, yakni kebersamaan, kekompakan, kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan. “Di SMKN 2 ini seperti makan bersama itu sudah rutin dilakukan sebulan sekali oleh guru. Dengan mengagendakan sedekah makanan ini dalam rangka membangun kebersamaan dan membentuk karakter anak anak,” katanya.

Dharyatmo melanjutkan, kegiatan OCD ini juga dimanfaatkan untuk mengasah keterampilan sosial dan membentuk karakter siswa untuk lebih aktif bersosialisasi. Siswa diajak keluar dari rutinitas dan menghilangkan kejenuhan yang rentan terjadi pada proses belajar mengajar di dalam kelas.

“Intinya itu, supaya anak gembira dan bisa tumbuh dengan baik, tidak tumbuh dengan tekanan tekanan. Anak-anak dapat lebih fresh yang kita harapkan akan berimbas pada prestasinya yang lebih meningkat,” pungkasnya. (awr)

Berita Terkait