Antisipasi Banjir Susulan, DSP3A Minta Bantuan Provinsi Jabar

Buffer Stok Hanya Cukup 3 Hari

Banjir
Relawan Tagana memasak di dapur umum yang dibangun DSP3A untuk kebutuhan logistik korban bencana banjir di Kelurahan Kalijaga, Selasa (14/1). FOTO:ABDULLAH/RADAR CIREBON

CIREBON-Bahan makanan penyangga (buffer stock) yang dimiliki Pemerintah Kota Cirebon, khususnya Dinas Sosial Pembedayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) hanya mencukupi untuk kebutuhan tiga hari. Untuk menyalurkan bahan pangan kepada warga terdampak banjir khususnya di Kelurahan Kalijaga, DSP3A telah mendirikan dapur umum.

Kepala Bidang sosial Aria Dipahandi SH MKn mengatakan, kekuatan buffer stock yang ada saat ini adalah sisa dari tahun 2019. Sedangkan untuk 2020 belum turunb anggarannya. Kemampuan buffer stock itu yang hanya tiga hari merupakan asumsi hitungan bila korban bencana adalah 100 orang dengan kebutuhan makan dua kali sehari. “Kita akan minta bantuan provinsi, karena ada kemungkinan banjir susulan,” ujarnya.

DSP3A juga telah menghubungi Provinsi Jabar dan meminta tambahan logistik, setidaknya untuk mencukupi kebutuhan 7-8 hari. Arif mengungkapkan, dari dapur umum yang telah didirikan, dioperasikan oleh 20 relawan Tagana.

Mereka juga membantu mengirimkan nasi bungkus kepada warga terdampak banjir di RT 06, 07, 08 RW 03 Kelurahan Kalijaga. Bantuan yang disalurkan mencapai 250 nasi bungkus. “Kami kirim ke lokasi terdampak banjir,” bebernya.

Dapur umum ini rencananya akan berdiri tiga hingga empat hari ke depan, atau setidaknya sampai warga kembali rumahnya lagi dengan aman.  Buffer stock yang ada saat ini terdiri dari beras kuintal, kornet 230 kaleng, biskuit 230 bungkus, mi instan 1650 bungkus, susu kental manis 230 kaleng, kecap 230 botol, minyak goreng 240 liter, selain itu tersedia selimut 66 lembar.

Ketua forum Koordinasi Tagana Kota Cirebon, Subagio menjelaskan, tanaga membantu warga terdampak banjir. Bahkan Tanaga sudah siaga sejak pukul 19.00 di lokasi. Apalagi di setiap kelurahan juga ada personel tagana. Peran Tagana, kata Subagio, lebih ke dukungan logistik melakukan assessment jumlah KK terdampak bencana. (abd)

Berita Terkait