Antar Kepala Daerah Perlu Sinergi, TPID Ciayumajakuning Studi Banding ke Badung-Bali

KUNJUNGAN: TPID Ciayumajakuning melakukan kunjungan Belajar TPID se-Ciayumajakuning ke TPID Kabupaten Badung yang berlangsung dari 16-17 Oktober 2019 lalu.FOTO: APRIDISTA SITI RAMDHANI/RADAR CIREBON

CIREBON – Beragam upaya dalam mengendalikan inflasi terus dilakukan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Ciayumajakuning. Salah satunya, dengan mengunjungi TPID di beberapa kota lain untuk melakukan studi banding dan menerapkan hal-hal yang bisa diterapkan di Ciayumajakuning.

Kali ini, TPID Ciayumajakuning mengunjungi TPID Kabupaten Badung, Bali yang meraih penghargaan sebagai TPID Kabupaten/Kota Berprestasi tahun 2018 wilayah Jawa-Bali. Kunjungan Belajar TPID se-Ciayumajakuning ke TPID Kabupaten Badung ini, berlangsung dari 16-17 Oktober 2019 lalu.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon, Fadhil Nugroho mengungkapkan, kunjungan belajar ke TPID Kabupaten Badung kali ini, diharapkan TPID Ciayumajakuning bisa meniru kinerja dan program yang dimiliki TPID Badung, yang meski bukan kota inflasi namun bisa berprestasi. Dari kunjungan yang diadakan, sinergitas kepala daerah harus ditingkatkan. Peningkatan SDM juga harus dilakukan dengan Key Performance Indicator yang dapat mengukur kinerja para ASN.

“Seperti di Badung, semua saling bersinergi dengan baik. Tentu sangat diharapkan sinergitas yang baik dari para pemimpin daerah juga para SDM di pemerintahan,” ungkapnya.

Infrastruktur pun menurut Fadhil, menjadi hal yang penting dalam perkembangan perekonomian Kota Cirebon. Sebagai kota yang disiapkan menjadi kota pariwisata, Cirebon tentu memiliki potensi yang besar di sektor pariwisata. Namun saat ini, hal tersebut masih dinilai belum siap.

Menurutnya, infrastruktur untuk menunjang kota pariwisata, baik di Kota Cirebon dan daerah lainnya seperti Kuningan, Majalengka harus ditingkatkan. Length of stay (LOS) Kota Cirebon masih satu hingga dua hari, karena Cirebon tidak memiliki banyak tempat wisata. Tempat wisata ada di Kuningan, namun infrastrukturnya belum memadai. “Perekonomian sejalan dengan infrastruktur. Inilah diperlukannya sinergitas untuk membangun infrastruktur yang baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Kuningan H Acep Purnama SH MH sangat optimis untuk bisa memajukan Kabupaten Kuningan yang memiliki potensi yang serupa dengan Badung Bali. Menurutnya, mulai dari potensi alam hingga kearifan lokal seperti upacara adat juga dimiliki Kuningan.

Oleh sebab itu, saat mengunjungi Kabupaten Badung, ia sangat optimis bisa memajukan potensi tersebut. Hal ini tentunya harus diwujudkan, dengan terlebih dahulu meningkatkan semua sendi kehidupan. Mulai dari pembangunan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga kesejahteraan masyarakat melalui ekonominya.

“Pola pembangunan semesta berencana tentu sangat menarik untuk bisa diterapkan di Kuningan. Yakni merupakan pembangunan yang bersifat menyeluruh untuk tercapainya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila,” terangnya.

Sementara itu, Walikota Cirebon Drs Nasrudin Azis SH mengungkapkan, banyak sekali yang bisa ditiru dari Kabupaten Badung. Di sini, pemerintah sudah bisa menjaga harga barang dan melindungi konsumen. Baik saat harga melonjak manakala barang tidak ada, dan harga turun saat stok barang membanjiri. Pemerintahnya mampu mengendalikan harga dengan sangat baik, ditopang dengan pendapatan PAD yang sangat tinggi dari pariwisata.

“Di Cirebon PAD-nya tentu jauh di bawah Badung. Di sini yang menjadi tantangan adalah bagaimana bisa menjaga harga dengan cara yang sama, namun dengan PAD yang berbeda yakni dengan inovasi,” jelasnya.

Inovasi salah satunya bisa dilakukan seperti dalam mengendalikan harga dengan memenuhi kebutuhan barang di masyarakat. Contohnya, seperti cabai yang diupayakan masyarakat bisa menanamnya sendiri, sehingga mereka bisa memenuhi kebutuhan tersebut. Manakala harga sedang naik, masyarakat pun sudah bisa memenuhinya, meski dalam taraf rumah tangga.

“Setidaknya, ini bisa menjaga laju inflasi. Ini juga sudah mulai kami terapkan,” ungkapnya.

Bukan hanya itu, geliat pariwisata di desa wisata Tampak Siring juga menjadi hal yang menarik bagi Azis. Menurutnya, desa wisata pun bisa segera diwujudkan di Cirebon. Yang menjadi kunci dalam pariwisata dari kunjungan ini, tambah Azis, adalah masyarakat yang bisa menertibkan diri untuk menghargai adat istiadat dan mensyukuri pemberian Tuhan.

“Di sini, masyarakat bisa dengan sangat baik memberikan pelayanan yang prima dan sangat ramah pada pendatang dan turis. Inilah yang harus dicontoh. Masyarakat Cirebon harus siap menjadi Kota Wisata. Saat ini, kami sudah dan akan terus menyosialisasikan kepada masyarakat untuk siap menerima Cirebon sebagai Kota Wisata,” pungkasnya. (apr)

 

Berita Terkait