Anggota LSM Mabuk Keroyok Bapak-Anak, Polisi Datang Pelaku Kabur

Misna menunjukkan luka bekas pukulan di bagian matanya. FOTO:CECEP NACEPI/RADAR CIREBON
Misna menunjukkan luka bekas pukulan di bagian matanya.FOTO:CECEP NACEPI/RADAR CIREBON

CIREBON-Misna (54) petugas parkir di Jalan Raya By Pass Arjawinangun Blok Sirnabaya, Desa Kebonturi, Kecamatan Arjawinangun ketiban apes. Dia bersama anaknya Rega Wandi Rivaldi (25), dikeroyok oleh oknum anggota LSM.  Akibatnya, ayah dan anak asal Desa Sende, Kecamatan Arjawinangun itu menderita luka memar di bagian wajah.

Kepada Radar Cirebon, Misna menceritakan kejadian yang dialaminya. Bermula saat sedang melaksanakan tugas parkir di Blok Sirnabaya, Desa Kebonturi. Tiba-tiba sekitar 10 orang dengan mulut bau minuman keras (miras) mendekat.

“Kejadian Rabu (7/8) sekitar pukul 14.30, saya lagi markir urugan perumahan. Tiba-tiba mereka datang. Tanya, mandor siapa?, tanggung jawab sapa? Saya jawab,  saya gak paham karena cuman markir. Terus omongan mereka ngawur dengan nada menekan. Mulut mereka bau miras,” bebernya.

Di tengah obrolan Misna dengan oknum LSM, anaknya Rega datang dan menanyakan identitas dari gerombolan pria mabuk tersebut. Sontak, pertanyaan Rega membuat mereka kesal. Kemudian menendang motor Rega dan mengeroyoknya dengan cara memukuli di bagian kepala.

“Usai nanya identitas pelaku. Kayaknya mereka marah dengan anak saya yang tanya seperti itu. Karena tiba-tiba pelaku nendang motor, kemudian narik switernya dan memukulinya. Saya coba melerai, tapi mereka malah mukulin kita berdua. Kita tak bisa lawan, karena mereka sekitar 10 orang,” ungkapnya.

Beruntung, saat kejadian ada polisi yang lewat lokasi, sehingga langsung membubarkan pelaku. “Pas saat itu ada kenalan saya yang jadi polisi dinas di Bandung. Jadi, saat polisi turun mereka langsung melarikan diri,” katanya.

Usai kejadian, Misna dan anaknya langsung bergegas ke Mapolsek Arjawinangun untuk melapor. “Sudah kita laporkan ke polisi sore itu juga, kita juga sudah visum di RSUD Arjawinangun. Mudah-mudahan mereka tertangkap, ” tuturnya.

Sementara itu, Kapolsek Arjawinangun Kompol Sukhemi melalui Panit 2 Reskrim  Ipda Usman membenarkan adanya kejadian tersebut. “Korban tukang parkir, kasus ini masih kita lidik,” pungkasnya. (cep)

Berita Terkait