Anggota CSI Cemas, Bakal Tempuh Jalur Hukum Lagi

ASET CSI GROUP
Ilustrasi.Foto: Dok. radarcirebon.com

CIREBON– Nasib ribuan anggota PT Cakrabuana Sukses Indonesia (CSI) tak jelas. Sejak ditutupnya perusahaan berkedok investasi itu pada 2016 , sampai saat ini belum ada pengembalian dari perusahaan sesuai instruksi dari Pengadilan Niaga Jakarta Selatan maupun putusan Pengadilan Negeri (PN) Sumber.

Terbaru, Kerukunan Keluarga Anggota Cakrabuana Sukses Indonesia (KKA-CSI) memberikan mandat pada kantor hukum M Subito SH untuk melakukan upaya hukum pada direksi CSI. Penyerahan kuasa ini langsung disaksikan pengurus KKA dan saksi mandat di secretariat KKA Kampung Bima, Senin (13/1).

Ketua KKA-CSI H Zainul Akbar Sholeh mengatakan pihaknya sudah lama menunggu iktikad baik dari direksi CSI yang akan mengembalikan uang investasi sejak ditutupnya perusahaan. “Saya sudah lama sabar. Berkali-kali mereka (direksi) akan mengembalikan, tapi sampai saat ini belum juga dikembalikan uang yang kami investasikan,” ujar H Zainul Akbar diamini Sekretaris KKA CSI, H Eko Darmantoro

Zainul mangaku memberikan investasi ke CSI terbesar di Jawa Timur. Bahkan secara pribadi ia memasukkan Rp2 miliar. “Saya di sana, di Bangkalan, dilaporkan oleh anggota lainnya yang saya bawa, tapi direksi gak mau ambil tanggungjawab. Makanya saya bersama KKA untuk mengajukan gugatan hukum kembali ke pihak direksi,” tegasnya.

Ia meyakini jika masih banyak dana dari nasabah yang dimiliki para direksi, tapi belum disita oleh pengadilan. “Saya sudah habis kesabaran menunggu iktikad baik dari Pak Yahya. Sudah tiga kali saya bertemu namun hasilnya disuruh menunggu sabar. Mau sampai kapan,” katanya dengan nada geram.

Hal senada diungkapkan pengurus KKA-CSI lainnya, Mohamad Sujud. Ia mengaku seluruh anggota CSI sangat sabar menunggu iktikad baik dari CEO PT CSI Yahya yang saat ini masih menjalani proses hukum di Lapas Klas 1 Cirebon atau Lapas Kesambi.

Pascaputusan dari PN Sumber saat itu yang menyatakan aset CSI mesti dikembalikan, namun yang terkumpul kisaran Rp70 miliar. “Kurang lebih anggota CSI ada sekitar 21 ribu dan yang masuk ke KKA itu ada 2.600 dengan nilai investasi lebih dari Rp2 triliun tapi yang disita oleh kejaksaan hanya Rp70 miliar. Kan bingung juga cara pembagiannya. Makanya kita akan upayakan kasus ini kembali agar aset-aset besar itu bisa dibagikan ke anggota,” katanya.

Terpisah, Kuasa Hukum KKA CSI Mohamad Subito SH mengatakan pihaknya secepatnya akan berkordinasi dengan kejaksaan terkait proses pembagian aset CSI untuk anggota yang sebelumnya sudah disita. “Kita langkah awal ke kejaksaan dulu, melakukan kordinasi dan selanjutnya kita akan pelajari sudah sejauh mana proses itu,” katanya.

Dia mengungkapkan, terkait langkah hukum, yakni bakal melaporkan kembali PT CSI terkait tindak pidana pencucian Uang (TPPU) ke Polda Jabar atau ke Mabes Polri. “Pokoknya kita akan kejar aset-aset CSI agar dana anggota bisa dikembalikan,” tandasnya.

Terpisah, Kasi Pidana Umum Kejari Kabupaten Cirebon Yusuf Luqita Danawihardja SH mengatakan pihaknya telah menerima hasil apraisal nilai objek tanah dan bangunan aset CSI. “Terkait CSI, kita baru terima hasil appraisal (nilai aset, red) berupa objek-objek tanah dan bangunan dan akan segera kita tindak lanjuti,” ujar Yusuf saat dikonfirmasi Radar Cirebon, tadi malam (14/1).

Yusuf mengungkapkan, berdasarkan hasil appraisal, nilai objek-objek tanah dan bangunan tersebut tidak akan bisa menutup kerugian para nasabah CSI. “Berapa totalnya saya lupa. Nanti harus buka data. Yang pasti, tak sebanding dengan jumlah yang harus dibayarkan ke nasabah CSI,” tuturnya. (sam/den)

 

Berita Terkait