Anak Harus Miliki Kartu Identitas, Bikinnya Gratis 

Akta-dan-KIA
TIDAK BAYAR: Kepala Disdukcapil Kabupaten Cirebon Drs H Moch Syafrudin memberikan arahan kepada warga mengenai pelayanan akta kelahiran dan KIA, kemarin. FOTO: NUR VIA PAHLAWANITA/RADAR CIREBON

CIREBON- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cirebon gencar melakukan pencetakan akta kelahiran dan kartu identitas anak (KIA).

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cirebon, Drs H Moch Syafrudin mengakatakan, anak juga perlu memiliki berbagai dokumen seperti akta kehaliran dan KIA.

Sehingga nantinya akan memudahkan mereka di masa yang akan datang, baik untuk bersekolah, pekerjaan, untuk mendapatkan perlindungan dan lain sebagainya. Untuk mendapatkannya, tidak dipungut biaya alias gratis.

“Akta lahir wajib dimiliki setiap warga, kartu identitas anak juga disarankan agar dimiliki setiap anak. Karena dengan dokumen tersebut maka akan memudahkan tiap anak entah untuk sekolah, pekerjaan, mendapat perlindungan dan lain-lain,” tuturnya, kemarin.

Diungkapkannya, KIA telah diatur dalam Permendagri Nomor 2 tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak (KIA). Di mana, lanjut Syafrudin, KIA ini bertujuan untuk meningkatkan pendataan, perlindungan dan pelayanan publik serta upaya memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara.

Selain itu, sambungnya, KIA juga dapat berfungsi untuk peningkatan data kependudukan, kegiatan administrasi anak seperti pada saat akan membuka rekening di bank, melanjutkan sekolah dan lainnya. “Fungsi KIA sama dengan KTP yakni untuk administrasi kependudukan,” jelasnya.

Dijelaskannya, proses pengurusan KIA dilayani di Kantor Disdukcapil Kabupaten Cirebon saat hari kerja dengan persyaratan melampirkan kartu keluarga (KK), akta kelahiran dan pas foto.

“Petugas bakal mencocokan identitas anak dengan database kependudukan. Apabila sinkron, petugas langsung mencetak kepingan KIA, dan ini gratis tidak dipungut biaya,” ujarnya.

Lebih lanjut, dikatakan Syafrudin, penerbitan KIA akan terus dilakukan hingga seluruh anak memiliki kartu tersebut. Nantinya, KIA dapat berganti menjadi KTP jika seorang anak telah mencapai umur 17 tahun. Karena, berdasarkan Permendagri nomor 2 tahun 2016 dijelaskan bahwa KIA diterbitkan untuk anak berusia satu hingga tujuh belas tahun.

“KIA memuat informasi yang hampir serupa dengan KTP. Bedanya, kartu tersebut akan memuat nomor kartu keluarga, nama kepala keluarga, nomor akta kelahiran, dan kewarganegaraan. Kolom kewarganegaraan akan dicantumkan karena KIA juga diberikan pada anak warga negara asing,” tandasnya. (via)

Berita Terkait