Anak Bupati Majalengka Obral Tembakan

Penyidik Satuan Reskrim Polres Majalengka melakukan olah TKP di sekitar Ruko Taman Hana Sakura Jl Raya Cigasong-Jatiwangi, kemarin. Di lokasi itu terjadi ketegangan antara massa kubu Irfan Nur Alam dengan kelompok Panji Pamungkasandi hingga berujung penembakan.FOTO:POLRES MAJALENGKA FOR RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA-Irfan Nur Alam (35) anak Bupati Majalengka Karna Sobahi ramai dibicarakan banyak orang sepanjang siang kemarin. Irfan viral, diberitakan banyak media, lokal maupun nasional. Itu setelah ia diduga menembak seorang kontraktor proyek bernama Panji Pamungkasandi (38). Panji yang merupakan warga Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung, itu mengalami luka tembak di bagian tangan sebelah kiri.

Kapolres Majalengka AKBP Mariyono SIK MSi melalui Wakapolres Kompol Hidayatullah mengatakan lokasi kejadian di depan Ruko Taman Hana Sakura di Jl Raya Cigasong-Jatiwangi. “Ya betul, kita telah menerima laporan kejadian itu dari pelapor saudara Panji (Panji Pamungkasandi, red). Kejadian pada hari Minggu (10/11) pukul 23.30 WIB,” jelas Hidayatullah saat dikonfirmasi Radar Majalengka.

Hidayatullah mengatakan penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satuan Reskrim) Polres Majalengka tengah melakukan proses penyelidikan. “Sesuai keterangan dari pelapor, bahwa dia hendak melakukan penagihan atas hasil pekerjaan proyek. Kemudian terjadi insiden yang di mana mengakibatkan korban luka. Luka tersebut diduga karena terkena tembakan,” terang Hidayatullah.

Untuk status Irfan Nur Alam, wakapolres mengatakan masih dalam proses penyelidikan. “Kita baru melakukan proses pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Dan saksi yang telah diperiksa ada 6 orang. Nanti perkembangannya akan kita sampaikan kepada rekan-rekan media,” ujarnya.

Saat kejadian, masih kata wakapolres, Irfan menggunakan senjata api jenis peluru karet. “Merek MLMX 6 SR Kaliber 9 milimeter. Dengan izin masa berlaku sampai dengan 10 Januari 2020,” pungkas wakapolres.

Sebelumnya, versi Panji, peristiwa bermula saat dirinya menanyakan pembayaran pelunasan sisa uang proyek SPBU sekitar Rp500 juta kepada seseorang bernama Andi. Panji menghubungi Andi pada Minggu (10/11) sekitar pukul 17.50 WIB. “Ketika saya bertemu Andi di daerah Lingkungan Pusaka Indah, Cijati, Majalengka, ia menjelaskan bahwa pembayaran dari investor yang seharusnya saya terima ternyata ada pada Irfan Nur Alam,” cerita Panji.

Halaman: 1 2 3 4

Berita Terkait