Alhamdulillah, Sempat Buron, Polisi Ringkus Pembacok Anak Mantan Kuwu

Motif Gaya-gayaan, Cari Korban Secara Acak

Dua pelaku pembacokan yakni SA alias Ipul (20) warga Desa Wanakaya dan MK alias Epong (19) warga Desa Astana Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon diamankan di Mapolres Ciko beserta barang buktinya.FOTO: NURHIDAYAT RADAR CIREBON

CIREBON-Jajaran Unit Reskrim Polsek Gunungjati membekuk dua pelaku pembacokan yang beraksi di Jalan Raya Gunungjati Gang Tambas I Desa Pasindangan, Senin (8/7) silam. Kedua pelaku yakni SA alias Ipul (20) warga Desa Wanakaya dan MK alias Epong (19) warga Desa Astana, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, ditangkap pada Jumat (20/9) lalu.

Kapolsek Gunungjati AKP Maman Suherman melalui Kanit Reskrim Ipda Wawan Hermawan mengungkapkan, kedua pelaku ditangkap di rumahnya masing-masing sekitar pukul 19.00 WIB. Selain menangkap kedua pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebilah parang dan sepeda motor Honda Vario dengan nomor polisi E 6625 BW. “Barang bukti tersebut diduga digunakan para pelaku untuk melukai korban,” ujarnya, Selasa (1/10).

Saat menjalankan aksinya, kata Wawan, para pelaku berbagi tugas. Ipul berperan sebagai joki sedangkan Epong sebagai eksekutor. Sebelum bersaksi, keduanya terlebih dahulu menenggak minuman keras. “Jadi mereka acak, begitu ada calon korban dan situasi sepi langsung bacok. Jadi mereka tidak kenal dengan korbannya,” jelasnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan, kedua pelaku di hari yang sama rupanya juga beraksi di lokasi lain. Setelah membacok korban, keduanya bergerak menuju arah kota dan kembali beraksi di Jalan Pilang dekat kompleks Arhanud. “Tetapi kita tidak tahu mengenai korbannya karena masuk wilayah hukum Polsek Utara Barat,” terang Wawan.

Kepada polisi, kedua pelaku juga mengaku jika perbuatannya tersebut tidak dilatarbelakangi dendam maupun motif pencurian. Mereka beraksi hanya untuk gaya-gayaan dan agar disebut gagah oleh kelompoknya. “Jadi murni perbuatan penganiayaan bukan karena dendam atau untuk membegal,” tuturnya.

Kini, kedua pelaku harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Gunungjati untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Mereka terancam hukuman 7 tahun penjara sesuai pasal 170 KUHPidana.

Diberitakan sebelumnya, dua orang pemuda harus dilarikan ke rumah sakit setelah menjadi korban pembacokan pada Senin (8/7) sekitar pukul 23.00 WIB. Kedua korban yakni Deden Dwi Prayoga (21), warga RT 05 RW 03 Desa Grogol Kecamatan Gunungjati, dan Tony Priambada (22) warga RT 06 RW 03 Desa Astapada Desa Tengahtani.

Keduanya menjadi korban pembacokan saat tengah melaju dari Kota Cirebon ke arah utara atau menuju Kecamatan Gunungjati.  “Mereka baru pulang kerja, karena sama-sama bekerja di kota,” ujar Maman, Selasa (9/7).

Sesampainya di lokasi kejadian, kedua korban yang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Beat berwarna hitam, tiba-tiba dipepet dan disalip dua pelaku yang berboncengan mengendarai motor Honda Vario 150. Dua pria tak dikenal itu langsung mengeluarkan senjata tajam dan menyabetkan ke arah korban. “Sempat ditangkis sama korban menggunakan tangan kanan, dan menyebabkan luka. Sedangkan korban yang membonceng terluka di kepala belakang,” tutur Maman.

Usai kejadian, kedua korban dilarikan ke Rumah Sakit Pertamina Klayan untuk mendapat perawatan medis. Sedangkan kedua pelaku berhasil kabur ke arah utara. Korban juga tidak sempat melihat plat nomor motor yang dipakai pelaku. “Kedua korban sekarang sudah pulang dari rumah sakit dan kembali ke rumahnya masing-masing,” jelas Maman.

Salah satu korban, yakni Deden Dwi Prayoga merupakan anak dari mantan Kuwu Grogol Saefudin. Deden merupakan korban yang mengendarai motor dan mengalami luka di kepala belakang. Luka yang diderita korban cukup parah dan harus mendapat 13 jahitan. (day)

Berita Terkait