Alasan di Bawah Umur, Polisi “Bebaskan” Pelaku Jambret

KJ alias Aciel sedang diperiksa oleh Kanit Reskrim Polsek Plered Ipda Racimi. FOTO:CECEP NACEPI/RADAR CIREBON
KJ alias Aciel sedang diperiksa oleh Kanit Reskrim Polsek Plered Ipda Racimi.FOTO:CECEP NACEPI/RADAR CIREBON

CIREBON-KJ alias Acil (15) pelaku penjambretan terhadap guru SMP Negeri 2 Plered sudah tidak lagi mendekam di balik jeruji Mapolsek Plered. ABG asal Desa Kreyo itu “dibebaskan” atau dititipkan di Rumah Aman Wadkref di Kecamatan Mundu. Ia berstatus sebagai tahanan anak.

“Pelaku kita titipkan sementara di Rumah Aman Wadkref Mundu sampai proses penyelidikan selesai,” papar Kapolsek Plered AKP Budi Hartono melalui Kanit Reskrim Ipda Rachimi.

Dikatakan Rachimi, penanganan kriminal yang pelakunya di bawah umur sudah pasti berbeda dengan pelaku orang dewasa. Penanganannya harus melalui diversi. Yakni pengalihan penyelesaian dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana.

Sehingga, kata kanit, pihaknya harus koordinasi dengan Balai Permasyarakatan (Bapas) Cirebon. “Penanganannya diversi. Jadi kita akan kordinasi dengan Bapas Cirebon untuk pendampingan. Nah, nanti hasil dari diversi kita akan ajukan ke pengadilan. Apakah nanti direhab ke Cilengsi atau dikembalikan ke orang tuanya. Mungkinan direhab,” paparnya.

Sejauh ini, sambung Rachimi, kasusnya masih dalam pemeriksaan pihaknya, terutama untuk melengkapi berkas pemeriksaan. “Sekarang sudah ada 5 saksi sudah diperiksa. Selain korban, anak korban dan temannya yang mengamankan tersangka. Mereka kita mintai keterangan sebagai saksi,” jelas Rachimi.

Diberitakan sebelumnya, Acil melakukan penjambretan terhadap Rohana seorang guru SMPN 2 Plered. Bermula saat korban sedang jalan-jalan di samping jalan SMPN 2 Plered. Tiba-tiba tersangka merebut tas korban dan lari diri ke arah timur. Saat itu pelaku membawa kabur tas yang berisi handphone merek Vivo dan dompet yang berisi kartu identitas.

Korban yang mengalami kejadian itu langsung pulang ke rumahnya di Desa Weru Lor, Kecamatan Weru. Saat tiba di rumah, Rohana menceritakan kejadian yang dialami itu ke anaknya bernama Abdul Muhyi. Mendengar cerita sang ibu, Abdul Muhyi kemudian mencoba melacak keberadaan handphone ibunya melalui GPS. Ternyata, masih aktif.

Kemudian Abdul Muhyi mengajak temannya menuju keberadaan posisi GPS yang masih aktif. “Saat dilacak, tersangka ada di Kota Cirebon. Dikejar oleh anak korban dan temannya. Tersangka ditemukan sedang transaksi menjual handphone korban di Pasar Kanoman. Kemudian langsung diamankan oleh anak korban,” ungkap Ratima, sekuriti SMPN 2 Plered.

Selain menggeledah tersangka, Abdul Muhyi juga menginterogasinya untuk mengetahui keberadaan tas ibunya. Dari interogasi itu, tersangka mengakui kalau tas tersebut dibuang di semak dekat lokasi kejadian. Abdul Muhyi sembari menyeret tersangka menuju semak-semak dan mencari tas korban. “Tas korban ditemukan di semak,” kata Ratima.

Selesai mendapatkan barang milik ibunya, Abdul Muhyi pun kemudian membawa tersangka menuju ke SMPN 2 Plered sekitar pukul 11.00 WIB untuk menunjukkan ke ibunya. “Saat tersangka dibawa ke situ, korban saat itu sedang mengajar. Setelah pasti pelakunya, baru kita telepon ke Polsek Plered. Setelah polisi datang, pelaku dan barang buktinya kita serahkan ke polisi,” pungkas Ratima. (cep)

Berita Terkait