Akibat Bakar Sampah, Rumah dan Sekolah di Desa Kertawinangun Ikut Terbakar

Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar rumah milik Ahadun di Desa Kertawinangun, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, dan bangunan SMK Rise yang bersebelahan lokasinya, Minggu siang (16/6) sekitar pukul 12.45. FOTO: CECEP NACEPI/RADARCIREBON.COM
Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar rumah milik Ahadun di Desa Kertawinangun, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, dan bangunan SMK Rise yang bersebelahan lokasinya, Minggu siang (16/6) sekitar pukul 12.45.FOTO: CECEP NACEPI/RADARCIREBON.COM

CIREBON-Kebakaran hebat terjadi di rumah milik Ahadun di Desa Kertawinangun, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Minggu siang (16/6) sekitar pukul 12.45. Api cepat merembet dan ikut membakar bangunan SMK Rise yang bersebelahan dengan rumah Ahadun. Empat lokal ruangan terdampak.

“Kami terkena dampaknya. 4 lokal, sebagian ruangannya terbakar. Di antaranya ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang strf dan ruang kelas. Sebagian dokumen juga ludes terbakar. Juga AC dan plafon. Kami mengalami kerugaian sekitar Rp50 juta,” ujar salah satu guru, Muhamad Akin kepada Radar Cirebon.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran tersesebut bermula dari adanya bakaran tumpukan sampah dan ban di sekitar rumah Ahadun. Karena adanya angin yang cukup kencang, api dengan cepat merembet ke sebagian rumah Ahadun dan sebagain gedung sekolah yang ada di sebelahnya.

“Awalnya saya di rumah, dapat telepon langsung ke sini. Sempat kaget,  kemudian telepon damkar juga untuk minta tolong. Pertama kali saya lihat api paling parah itu rumahnya Pak Ahadun. Kalau dari keterangan petugas damkar ada bakaran ban mengatakan penyebabnya karena bakaran sampah. Jadi ya kami terkena dampaknya,” ujar Akin.

Di tempat yang sama, Kepala Seksi Tanggap Darurat Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon, Eno Sujana mengatakan pihaknya mendapatkan informasi adanya kebakaran pada pukul 13.25 WIB. Pihaknya pun langsung menerjunkan 3 unit mobil damkar dan 3 lagi dari Damkar Kota Cirebon.

“Jadi total ada 6 unit yang diterjunkan. Kalau penyebab awal dugaan ini dari bakaran sampah di belakang rumah, kemudian membesar dan merembet ke empat ruangan di sekolah. Yang terparah ruangan guru dan kepala sekolah. Selain sekolah, juga ada rumah yang ikut terbakar,” terangnya.

Sementara itu, Ahadun mengaku kebakaran itu terjadi dari tumpukan sampah dan bakar ban. Adanya angin yang cukup kencang, api cepat membesar dan pihaknya kesulitan untuk melakukan pemadaman. “Api terus besar dan bakar sekolah dan rumah saya bagian belakang,m” katanya. (cep)

Berita Terkait