70 Kusir Delman di Kuningan Adu Pacu Kuda Tradisional

pacuan-kuda
Peserta pacuan kuda tradisional memacu kuda tunggangannya dan berusaha mengendalikannya sesuai lintasan agar cepat sampai finish. FOTO:M TAUFIK/RADAR KUNINGAN

KUNINGAN-Satu lagi hiburan rakyat yang selalu diselenggarakan untuk memeriahkan Hari Jadi ke 520 Kabupaten Kuningan adalah pacuan kuda tradisional. Kali ini olahraga ketangkasan berkuda yang diselenggarakan di arena pacuan kuda Jalan Ir Soekarno diikuti oleh 70 peserta yang keseluruhannya adalah para kusir delman.

Para kusir delman yang keseharian mengendalikan kuda dengan santai di jalanan beraspal, kali ini harus memacunya dengan ditunggangi langsung tanpa dokar. Tak heran, joki dadakan ini banyak yang terjatuh saat memacu kudanya karena tak kuasa mengendalikan.

Hal ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para penonton, karena tak sedikit cara menunggang kuda para kusir delman ini mengundang gelak tawa. Tak sediki joki yang harus terlempar dari pelananya, sedangkan sang kuda melenggang bebas sendiri hingga garis finis.

Bupati Kuningan H Acep Purnama dalam sambutannya yang dibacakan oleh Pj Sekda Dadang Supardan menyatakan bahwa di Kabupaten Kuningan, kuda sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Mulai dari delman yang menjadi angkutan khas Kuningan atau sebagai sarana hiburan.

“Ada istilah leutik-leutik kuda Kuningan, ini tumbuh dalam semangat dalam aktivitas kehidupan masyarakat Kuningan dan telah mengantarkan berbagai sukses sebagian masyarakat Kabupaten Kuningan di dalam daerah maupun luar daerah atau perantauan,” tutur Dadang.

Dikatakan, memasuki tahun ke-11 pacuan kuda tradisional berbeda dengan pacuan kuda profesional. Kuda yang dikutsertakan dalam adu ketangkasan ini tak dilatih khusus, karena merupakan kuda-kuda delman yang biasa digunakan untuk mengangkut penumpang.

“Dengan kelengkapan seadanya, justru ini menjadi keunikan tersendiri untuk mengangkat ketradisionalan pacuan kuda. Ke depan pacuan kuda tradisional diharapkan menjadi ciri khas daerah Kabupaten Kuningan dalam mendongkrak kunjungan wisatawan,” paparnya.

Pengurus Persatuan Dokar (Perdokar) Kuningan Toto Tarbu Subrata menyatakan apresiasi positif atas kegiatan tersebut. Menurut dia, ajang ini sangat bermanfaat selain sebagai hiburan bagi masyarakat juga bermanfaat sebagai ajang persaingan secara sehat di antara para kusir delman.

“Acara ini sangat digemari dan dinanti-nanti para kusir delman untuk mengadu ketangkasan dalam berkuda. Mudah-mudahan acara ini terus lestari dan menjadi daya tarik wisata yang menarik lebih banyak pengunjung,” kata Toto. (fik)

Berita Terkait