64.000 Kendaraan di Kuningan Nunggak Pajak

ILUSTRASI

KUNINGAN-Dari sekitar 331.000 lebih kendaraan baik roda dua dan empat yang terdata di Kantor Samsat Kuningan, ternyata hampir 20 persen di antaranya atau sekitar 64.000 kendaraan tidak melakukan daftar ulang (KTMDU) alias nunggak pajak.

Hal tersebut diungkapkan Kasi Pendataan dan Penetapan Kantor Cabang Pelayanan Pendapatan Daerah (CPPD) Samsat Kuningan Yus Muhamad Nizar di sela-sela kegiatan operasi terpadu di ruas Jalan Raya Cirendang belum lama ini. Menurut dia, angka tersebut menunjukkan masih banyak masyarakat Kuningan yang belum sadar untuk membayar pajak kendaraannya.

“Sekitar 20 persen kendaraan di Kuningan tidak melakukan daftar ulang. Jika dipukul rata pajak setiap kendaraan Rp 200.000 saja, silakan hitung sendiri berapa besar kerugian negara yang diakibatkan,” ujar Yus.

Salah satu upaya menyadarkan masyarakat pemilik kendaraan untuk membayar pajak, kata Yus, adalah dengan menggelar kegiatan operasi terpadu tersebut. Di mana setiap kendaraan akan diperiksa Surat Ketetapan Pajak yang biasanya melekat pada STNK,  dan apabila terdapat tunggakan maka dipersilakan untuk melakukan pembayaran di tempat yang telah disediakan.

“Bagi yang tidak bawa uang, STNK kami tahan dan diganti surat tilang dan dipersilakan untuk menguruskannya di Kantor Samsat seminggu ke depan. Operasi ini untuk mengingatkan masyarakat yang belum sempat bayar pajak atau lupa untuk segera diselesaikan,” ujar Yus.

Yus melanjutkan, ada kabar baik para penunggak pajak tersebut dimana Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun ini kembali mengeluarkan kebijakan pembebasan denda pajak  kendaraan menunggak. Hebatnya lagi, bagi yang tunggakkannya hingga lima tahun bahkan lebih cukup cayar pajak hanya empat tahun saja.

“Program pembebasan denda pajak ini hanya satu bulan saja, yaitu mulai tanggal 10 November hingga 10 Desember mendatang. Masyarakat hanya membayar, pajak pokoknya saja, dan bagi yang tunggakannya lima tahun hingga lebih ada diskon bayar pajak hanya empat tahun saja,” ungkap Yus.

Program tersebut, kata Yus, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar mau membayarkan pajak kendaraannya. Oleh karena itu, Yus mengajak kepada seluruh pemilik kendaraan terutama yang masih menunggak untuk memanfaatkan program ini sebaik-baiknya.

“Banyak keuntungan didapat masyarakat jika kendaraannya tidak menunggak pajak, diantaranya tidak takut lagi kena razia dan yang terpenting nilai jual kendaraan yang meningkat. Oleh karena itu mari manfaatkan program ini sebaik-baiknya,” pungkas Yus. (fik)

Berita Terkait