3 Kecamatan di Kabupaten Cirebon Masuk Zona Merah Paham Radikal

Badan Kesbangpol Kabupaten Cirebon melakukan sosialisasi Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG) di Kecamatan Klangenan.FOTO:SAMSUL HUDA/RADAR CIREBON

CIREBON-Jaringan teroris di Kabupaten Cirebon masih terus dipantau. Sejauh ini ada 3 kecamatan yang masuk zona merah paham radikal. Yakni Klangenan, Plered, dan Jamblang. Data itu disampaikan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Cirebon saat sosialisasi Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG)  yang digelar di Kecamatan Klangenan, Kamis (17/10).

Plt Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Cirebon Zaenal Abidin mengatakan pihaknya intens melakukan sosialisasi pada 3 kecamatan yang masuk zona merah paham radikal yang mengarah pada tindakan terorisme. “Kita berikan sosialisasi untuk mendeteksi dan mencegah secara dini, mengingat potensi kerawanan dan ancaman yang ada, terutama terkait paham radikal dan terorisme,” ujar Zaenal.

Sementara Kasat Intel Polres Cirebon Kabupaten AKP Iwan Rasiwan mengatakan beberapa daerah di Jawa Barat merupakan lumbung paham radikal. Dan, Cirebon termasuk di dalamnya. “Kecamatan Klangenan dan Jamblang masuk zona merah. Untuk saat ini, di Kecamatan Klangenan masih ada satu orang lagi yang sedang kita selidiki. Tapi, lokasi dan desanya tidak akan saya sebutkan,” kata Iwan saat mengisi materi sosialisasi ATHG d Kecamatan Klangenan.

Sebetulnya, kata Iwan, paham radikal ini ada sejak tahun 2001 pascabom Bali 1 dan 2. Kemudian di Hotel JW Marriot Jakarta. “Mulanya mereka menyerang simbol- simbol barat. Tapi, kini bergeser atau berubah serangan yang dituju adalah TNI dan Polri. Ideologi radikal ini sangat berbahaya. Jaringan dan pelakunya bukan hanya laki-laki, tapi ada perempuan juga,” paparnya.

Di tempat yang sama, Peneliti Fahmina Institute, Marzuki Rais mengatakan wilayah barat Kabupaten Cirebon masuk zona merah sarang teroris. Berdasarkan catatan, di wilayah tiga Cirebon ada 51 orang jaringan teroris yang ditangkap Densus 88, dan 10 orang meninggal lantaran menjadi pengantin atau pelaku bom.

Namun, 10 pelaku tersebut amaliahnya bukan di Cirebon. Tapi, di luar Cirebon. Kemudian 6 orang pelaku lainnya ditahan. “Kalau saya mengidentifikasikanya dengan kategori, yakni jaringan dan pelaku. Hasil penelitian saya di Cirebon wilayah barat yang menjadi zona merah jaringan teroris. Tersebar di 12 kecamatan. Tapi, yang masuk zona merah di Kecamatan Jamblang dan Klangenan,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Klangenan Dadang Raiman mengaku tidak mengetahui data detail berapa jumlah warga di Kecamatan Klangenan yang terpapar jaringan terorisme. Ia mengatakan jaringan terorisme yang masih ada di Kecamatan Klangenan merupakan sel-sel lama yang berkembang lagi.

“Karena itu kami di kecamatan langsung mengumpulkan para kuwu untuk mapping di setiap wilayahnya, khususnya pendatang baru. Juga  memberikan pemahaman kepada para tokoh masyarakat agar menjaga kondusivitas dengan deteksi dini bagi tiap pendatang baru. Ini mengingat sudah masuk zona merah,” ujarnya. (sam)

Berita Terkait