Peredaran Obat Ilegal Marak di Kota Cirebon, Azis Imbau Orang Tua Awasi Anak-anaknya

oleh -182 views
Wali-Kota-Cirebon-Nashrudin-Azis
Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis ditemui di Balai Kota Cirebon, Jumat (13/11). FOTO: DEDI HARYADI/RADARCIREBON.COM

CIREBON – Peredaran dan penyalahgunaan narkoba dan obat-obat farmasi ilegal di Kota Cirebon masih tergolong tinggi.

Ironisnya mayoritas pengguna narkoba dan obat-obatan farmasi ilegal banyak dari golongan remaja usia sekolah alias pelajar.

Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis ditemui radarcirebon.com mengaku prihatin dengan kondisi tersebut.

Baca juga:

Miris, Salah Satu Penyebar Video Syur Mirip Gisel Ternyata Masih Anak-anak

Kediaman Nikita Diancam Dikepung Massa, Polisi Terjunkan Personel

Pemotor Selamat dari Maut, Jatuh Diserempet Pikap, Nyaris Tertabrak Truk

“Memang data menunjukkan bahwa penyalahgunaan narkoba masih cukup tinggi. Inilah yang membuat keprihatinan saya. Bukan hanya narkoba, tapi juga obat-obatan dafta G yang dijual bebas dan disalahgunakan oleh remaja khususnya pelajar,” ujarnya.

Persoalan maraknya penyalahgunaan narkoba, Azis menuturkan, disebabkan banyak faktor, salah satunya persoalan ekonomi. Namun hal itu, bukan menjadi alasan utama untuk menjadikan narkoba sebagai sumber penghasilan.

“Kita harus sadar bahaya narkoba itu akan menghancurkan generasi muda. Mari kita bantu aparat untuk sama-sama memberantas narkoba. Semua pihak harus bahu membahu memutus mata rantai peredaran narkoba. Saya juga juga mengimbau orang tua untuk selalu mengawasi anak-anaknya agar terhindar dari bahaya penyalahgunaan narkoba,” guturnya.

Menurut Azis, dengan aktifnya Badan Narkotika Kota (BNK) Kota Cirebon dirinya optimis dapat mengurangi angka-angka peredaran dan penyalahgunaan narkoba juga obat-obatan ilegal.

“Selama ini Pemkot Cirebon dengan BNN sudah berkoordinasi. Dan kedepan bersama BNN akan melakukan pemeriksaan terhadap seluruh ASN Kota Cirebon. BNN melibatkan ASN Kota Cirebon sebagai tenaga pemantau. Minimalnya untuk memantau keluarganya. Memang pemantauan itu baru dari dalam keluarga dulu, kemudian lingkungan sekitar,” ujarnya. (rdh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *