Kota Cirebon Kaya Wisata Religi, Bisa Dikembangkan saat Pandemi

oleh -84 views
Wisata-Religi-Kota-Cirebon
Wakil Wali Kota Cirebon, Eti Herawati menyerahkan cenderamata kepada Hj Siti Ma’rifah Ma'aruf Amin di Balaikota Cirebon, Kamis, (17/9). FOTO: IST

CIREBON – Wisata di dalam negeri tetap bisa dikembangkan di masa pandemi saat ini. Di antaranya wisata religi, namun tetap mengedepankan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Dewan Pembina Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Silaturahmi Umrah dan Haji Indonesia (SAHI) Siti Ma’rifah Ma’aruf Amin saat bertemu dengan Wakil Wali Kota Cirebon, Eti Herawati di Balai Kota Cirebon, Kamis, (17/9).

“Kondisi pariwisata memang tidak memungkinkan terutama pariwisata dengan tujuan keluar negeri. Bahkan tidak hanya Indonesia saja, semua negara juga mengalami penurunan kunjungan pariwisata,” ungkap putri Wapres Ma’aruf Amin ini.

Siti mengatakan, saat ini pariwisata dalam negeri sudah bisa digerakkan kembali.

“Yang paling memungkinkan yaitu menggerakkan kembali pariwisata dalam negeri, salah satunya wisata religi. Namun dengan tetap mengutamakan protokol pencegahan penyebaran Covid-19,” katanya.

Selain itu, lanjut Siti, tetap berupaya untuk meningkatkan profesionalitas tour dan travel yang ada di Indonesia untuk menghindari adanya konsumen yang dirugikan. Salah satunya dengan pemberian sertifikasi.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cirebon, Eti Herawati mengatakan, Pemerintah Kota Cirebon menyambut baik kunjungan dari DPP SAHI tersebut.

“Kita akan menjalin sinergitas untuk bisa mendorong kembali perekonomian di Indonesia, khususnya di Kota Cirebon,” katanya.

Eti juga menuturkan bahwa Kota Cirebon kaya dengan wisata religi. Untuk itu, di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) ini mendorong peningkatan wisata religi, khususnya untuk wisatawan dalam negeri.

Siti Ma’rifah Ma’aruf Amin berserta rombongan sebelumnya melakukan ziarah ke makam Sunan Gunung Jati. Selanjutnya ke pesantren Gedongan dan Buntet Pesantren lalu ke Pesantren Babakan Ciwaringin dan berkunjung ke KH Said Aqiel Siraj.

Kedatangan mereka juga untuk mendorong agar bisa lahir ekonomi mikro dari pesantren untuk mendorong perbaikan ekonomi di masa pandemi Covid-19 saat ini. (rdh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *