2020, Majalengka Fokus Pembangunan SDM

Kopdar-Triwulan
DISKUSI: Bupati Majalengka DR H Karna Sobahi MMPd (dua kanan) bersama Walikota Cirebon (kanan), Bupati Kuningan (tengah), dan plt Bupati Indramayu (dua kiri) mendengarkan arahan gubernur, saat Kopdar triwulan IV di Hotel Eminence Kabupaten Cianjur Selasa (3/12). FOTO: ISTIMEWA/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA — Setelah menggelar Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Kopdar) III di Pangandaran September lalu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat kembali menggelar Kopdar triwulan IV bersama 27 bupati dan walikota di Hotel Eminence, Kabupaten Cianjur Selasa (3/12).

Kopdar merupakan ajang silaturahmi, koordinasi, dan komunikasi yang dikemas secara informal antara Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan 27 bupati dan walikota di Jawa Barat. Kopdar kali ini membahas refleksi akhir tahun penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

Kopdar triwulan IV membahas beberapa persoalan. Di antaranya evaluasi pola komunikasi dan relasi gubernur dengan bupati dan walikota. Selain itu juga membahas evaluasi mekanisme perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan pembangunan daerah. Termasuk evaluasi penyelenggaraan pemerintah daerah secara umum di Jawa Barat.

Bupati Majalengka DR H Karna SObahi mengaku pihaknya menyambut baik terobosan yang dilakukan Gubernur Jabar. Pihaknya tidak akan menyia-nyiakan peluang menyampaikan informasi dan prioritas pembangunan yang merupakan aspirasi masyarakat Majalengka.

“Kami siap bersinergi dengan Pemprov Jabar dan pemkot maupun pemkab lain di Jawa Barat untuk mewujudkan Jabar Juara Lahir Batin dan Majalengka Raharja,” terang bupati.

Menurut Karna, Kopdar triwulan IV menyepakati beberapa hal. Seperti dibentuknya desk bantuan gubernur untuk kelancaran perencanaan anggaran. Kopdar juga menyepakati program tahun anggaran 2020 fokus pada pembangunan SDM sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

Evaluasi Kurikulum SMK bekerjasama dengan perusahaan untuk memunculkan link and match antara dunia usaha dengan dunia industry juga disepakati dalam pertemuan tersebut. Selain itu pemerintah daerah sepakat membuat kebijakan yang mewajibkan industri di daerah memiliki sekolah kejuruan atau lembaga pelatihan bagi lulusan SMK.

Kebijakan yang berhubungan dengan industri juga diimbangi dengan kesepakatan agar pemkab/pemkot mempermudah perizinan investasi, khususnya di sektor manufaktur. Dengan tidak lupa menyepakati program memaksimalkan potensi pariwisata daerah.

“Sebagai tindak lanjut kopdar triwulan IV ini, kami akan segera memformulasikan langkah-langkah strategis dengan seluruh jajaran OPD terkait di Majalengka,” ujarnya.

Manfaat kopdar menurut bupati salah satunya adalah penataan alun-alun Majalengka dan penataan terasering Panyaweuyan Kecamatan Argapura, yang sumber dananya dari bantuan provinsi. Tahun 2020 Majalengka juga mendapat bantuan provinsi sekitar Rp508 miliar.

Dengan bantuan tersebut, APBD Majalengka meningkat dari Rp3,1 triliun di tahun 2019 menjadi Rp3,6 triliun di tahun 2020. Meski demikian, bupati menegaskan anggaran tersebut harus dikawal bersama agar dapat dimanfaatkan untuk mengurangi kemiskinan, mempercepat pertumbuhan ekonomi, pemerataan infrastruktur, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berharap di Kopdar terakhir tahun 2019, kepala daerah kabupaten dan kota di seluruh Jawa Barat semakin kompak. Selain sebagai ajang sinkronisasi dan silaturahmi, kopdar menurut Emil —sapaan akrab Ridwan Kamil- juga menjadi momentum evaluasi kegiatan pemerintahan selama setahun dan proyeksi program tahun berikutnya.

“Sesuai arahan dan instruksi Presiden, peningkatan mutu sumber daya manusia merupakan prioritas program pembangunan di tahun 2020,” terangnya. (iim)

Berita Terkait