Mapala dan KPA Se-Ciayumajakuning Tolak Kenaikan Tarif Tiket Pendakian Kawasan TNGC

oleh -9 views
MAPALA-CIAYUMAJAKUNING
Mapala dan KPA se-Ciayumajakuning melakukan audiensi dengan pihak TNGC di Kantor Balai Taman Nasional Gunung Ciremai di Jalan Raya Kuningan-Cirebon KM 9 Nomor 1 Manis Lor, Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Selasa (30/7). Foto: Istimewa/radarcirebon.com

KUNINGAN – Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) dan Komunitas Pencinta Alam (KPA) se-Ciayumajakuning menolak kenaikan tarif tiket pendakian seluruh jalur resmi di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).

Hal itu terungkap setelah Mapala dan KPA se-Ciayumajakuning melakukan audiensi dengan pihak TNGC di Kantor Balai Taman Nasional Gunung Ciremai di Jalan Raya Kuningan-Cirebon KM 9 Nomor 1 Manis Lor, Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Selasa (30/7).

Audiensi dilaksanakan setelah sebelumnya Mapala dan KPA melayangkan surat keberatan tertanggal 12 Juli 2019 kepada pihak Balai TNGC. Karena berdasarkan informasi yang beredar, Balai TNGC membuat kebijakan baru.

Kebijakan Balai TNGC itu terkait sistem booking online pendakian dan adanya rencana kenaikan tarif tiket pendakian di seluruh jalur resmi yang berada di kawasan TNGC. Dari hasi audiensi, Mapala dan KPA mendukung dengan kebijakan sistem booking online pendakian.

“Sistem booking online ini akan memudahkan pengelola pendakian dalam mencatat pendaki yang mendaftar dan memudahkan pendaki untuk bisa melakukan pemesanan serta pengisian data lewat web yang nantinya disediakan Taman Nasional Gunung Ciremai,” sebut Koordinator PKW Mapala Ciayumajakuning, Adi Barokah alias Babon dalam keterangan rilisnya kepada radarcirebon.com.

Sementara rencana kenaikan tarif tiket, Mapala dan KPA se-Ciayumajakuning menolaknya. Terlebih menurut Babon, kenaikan tarif pendakian Gunung Ciremai itu masih berupa rancangan untuk penyesuaian. Nanti disosialisasikan ulang jika sudah menemukan tarif yang sesuai.

“Kesimpulannya adalah sesuai keputusan bersama bahwa Mapala se-Ciayumajakuning beserta KPA yang hadir mendukung mengenai aturan Sistem Booking Online yang dinilai sangat membantu. Tapi, tetap menolak tentang rencana kenaikan tarif pendakian dengan alasan belum jelasnya berapa tarif yang akan dicanangkan secara detail dan untuk apa saja alokasi dana tersebut nantinya,” tegas babon. (hsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *