Manfaatkan Sanimas Jadi Tempat Aktivitas Warga

oleh -82 views
ILUSTRASI

CIREBON-Proyek pembangunan program sanitasi masyarakat (sanimas) di Kota Cirebon bertujuan untuk menyediakan prasarana air limbah bagi masyarakat di daerah kumuh padat perkotaan. Pemerintah telah berkomitmen terus meningkatkan program tersebut melalui pendekatan fasilitas sanitasi terdesentralisasi berbasis masyarakat.

Salah satu penerima bantuan tersebut adalah di Kelurahan Kesambi. Menurut Koordinator Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Sehati Kelurahan Kesambi, Aan Kusmana, pihaknya sangat mengapresiasi bantuan pemerintah Tahun 2018 ini. Pasalnya kini masyarakat, khususnya yang berada di RT 3 RW 2 Kesambi, Kota Cirebon bisa merasakan manfaatnya.

Dijelaskannya, banyak yang salah pengertian terkait program sanimas ini. Ada yang mengira, program ini untuk membuat MCK umum. Tapi yang sebenarnya adalah membuat instalasi penampungan limbah dari MCK masyarakat setempat.

“BKM kami membuat sanitasi berupa septic tank berukuran panjang 12 meter lebar 3 meter dengan kedalaman 4 meter. Sanimas ini tidak ada MCK-nya, jadi septic tank ini terhubung dengan saluran pembuangan MCK sekitar 50an warga,” beber Aan kepada Radar Cirebon.

Sedangkan lahan yang dipakai adalah sebagian milik warga dan sebagian lagi merupakan jalan umum. Untuk lahan warga sudah minta izin dan jalan umum tetap bisa dipergunakan, karena sudah dibeton. Dan sudah selesai awal tahun ini.

Nah, untuk menambah estetika dan menghilangkan kesan jijik atau kotor, pihaknya sudah membuat taman yang indah di atas instalasi itu. Begitu juga dengan bangunan dan tembok sanimas, dicat dengan warna yang menarik, tersedia juga bangku dan meja. “Orang tidak akan menyangka, ada tempat pembuangan MCK,” ucapnya.

Bahkan, diceritakannya, lokasi sanimas itu sekarang menjadi tempat favorit warga sekitar untuk berkumpul. Sekedar untuk nongkrong dan ngobrol sambil ngopi, atau ada acara lainnya seperti rapat warga.”Untuk pemeliharaannya, kita sepakat urunan saja, tanpa paksaan atau memberatkan warga. Kalau septic tank ini penuh, kita tinggal laporan ke PU minta untuk disedot,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Infrastruktur Air Limbah (IPAL) DPUPR H Deny Rohmawan SE menambahkan, dalam pembangunan fasilitas sanimas, digunakan konsep pemberdayaan masyarakat. Menjadikan masyarakat aktor utama dalam proses perencanaan, pembangunan, operasional dan pemeliharaan fasilitas sanitasi komunal.

Menurut Deny, tujuannya agar fasilitas yang terbangun dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan. Jadi masyarakat akan merasa memiliki, sehingga tidak akan sungkan untuk memeliharanya sendiri. Terkait anggaran, Deny menjelaskan, untuk tiap-tiap tahun program sanimas dianggarkan Rp2,55 miliar. Dan itu diserahkan langsung kewenangan rekening BKM di kelurahan setempat penerima bantuan. Jadi tidak seperti yang diberitakan mencapai Rp6 miliar.

Pembangunan fasilitas sanimas ini didukung penuh oleh Dana Alokasi Khusus bidang Sanitasi yang sudah terpisah dengan DAK bidang Air Minum. Selain didukung pula oleh pendanaan APBN Direkotrat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU, pemerintah pusat juga mendorong pembangunan fasilitas sanimas melalui dukungan dana luar negeri dan dana APBD melalui berbagai kerangka program. Ada juga bantuan dari Asian Development Bank (ADB) dan Islamic Development Bank (IDB). (gus)