Bantuan Ayam Kementan Tak Boleh Dijual, Mati Harus Difoto

oleh -43 views
Desa Babakan Gebang menjadi desa pertama di wilayah Kecamatan Babakan yang menerima bantuan ayam dari Kementan. FOTO:ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON
Desa Babakan Gebang menjadi desa pertama di wilayah Kecamatan Babakan yang menerima bantuan ayam dari Kementan. FOTO:ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

CIREBON-Distribusi program bantuan ayam dari Kementerian Pertanian akhirnya diterima warga Desa Babakan Gebang, Jumat (30/11). Sebanyak 30 paket bantuan yang datang pun, langsung didistribusikan kepada rumah tangga miskin (RTM) di desa setempat.

Kuwu Desa Babakan Gebang, Yeni Setiati kepada Radar Cirebon menuturkan, jika distribusi yang dilakukan saat ini adalah distribusi awal untuk 75 penerima bantuan di wilayahnya. “Seharusnya dibagikan untuk 75 RTM. Tapi baru datang 30 paket. Jadi, kita bagi dua. Untuk yang sekarang penerima awal 30 RTM terlebih dahulu. Sisanya tunggu ayam datang lagi. Datangnya kapan, ya ditunggu saja karena katanya langsung dari pusat,” ujarnya.

Menurutnya, ayam-ayam yang datang saat ini adalah ayam yang berusia sekitar dua bulan lebih. Nantinya, ayam-ayam tersebut akan langsung dipelihara oleh RTM di kandang yang sudah disediakan oleh unit pengelola keuangan dan kegiatan (UPKK) desa setempat. “Nanti dipelihara dulu sebelum siap bertelor. Katanya dipelihara sampai empat bulan baru bisa bertelor. Untuk pakan sudah datang sehari sebelumnya. Jadi, masing-masing RTM itu menerima kandang, pakan dan ayam,” imbuhnya.

Beberapa warga penerima bantuan, menurut Yeni, sempat komplain terkait penentuan penerima bantuan distribusi tahap awal bantuan ayam tersebut. Pasalnya, yang datang awal tidak sesuai dengan jumlah UPKK yang ada. Desa Babakan Gebang, menurut Yeni, desa pertama di Kecamatan Babakan yang menerima distribusi ayam untuk Kecamatan Babakan.

“Kita kasih pengertian sama warga. Tadi banyak juga yang komplain. Masalahnya kan sehari sebelumnya kita sudah woro-woro dikira datang seluruhnya. Eh gak tahunya hanya sebagian, tapi bisa kita redam. Saya juga sudah wanti-wanti ayam ini tidak boleh dijual. Kalau mati juga harus difoto untuk dilaporkan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua UPKK Desa Gembongan, Ono saat dihubungi Radar mengatakan informasi yang ia terima, jadwal untuk Desa Gembongan baru bisa didistribusikan pada 12 Desember mendatang. Ia pun tidak mengetahui alasan teknis kenapa bantuan tersebut tidak didistribusikan serempak untuk seluruh penerima. “Kita dapatnya 12 Desember. Gak tahu kenapa tidak sama,” ungkapnya. (dri)