Kejaksaan Pantau Bantuan Kementan

oleh -8 views
ILUSTRASI-KEJAKSAAN

CIREBON-Program bantuan Kementerian Pertanian untuk keluarga rumah tangga miskin (RTM) di empat kecamatan di Kabupaten Cirebon, saat ini dalam pantauan tim Kejari Sumber.

Kasie Intel Kejari Sumber Aditya Rakatama saat dihubungi Radar Cirebon mengaku telah mengetahui pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, sebagai salah satu aparatur penegak hukum, kejaksaan akan melakukan pengawasan dan penindakan jika ditemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan ketentuan dan aturan. “Info (pelaksanaan, red)-nya sudah kita terima. Tentu akan kita lakukan pengawasan dan monitoring. Kami minta semua pihak mengikuti aturan dan ketentuan yang ada, agar tidak menjadi persoalan hukum di kemudian hari,” ujarnya.

Dikatakannya, dari informasi yang masuk ke pihak kejaksaan, pihaknya akan terlebih dahulu melakukan telaah dan verifikasi. Apakah informasi tersebut bisa ditindaklanjuti atau tidak. “Info yang masuk kita telaah dulu tentunya,” imbuhnya.

Sebelumnya, program bantuan kandang ayam dengan nominal anggaran sebesar Rp500 ribu untuk masing-masing RTM disoal. Sejumlah penerima mengeluhkan kondisi kandang yang terkesan asal jadi dan dikhawatirkan cepat rusak. Terlebih, ukuran kandang dengan panjang dua meter dan lebar sekitar 60 cm sampai 1 meter tersebut, dikhawatirkan tidak mampu menampung 50 ekor ayam siap bertelur.

Bahkan, diketahui sejumlah penerima program bantuan kandang, ayam dan pakan untuk rumah tangga miskin (RTM) itu, ternyata tidak tepat sasaran. Bahkan sebagian penerima justru bukan berasal dari RTM melainkan keluarga mampu.

Hal tersebut disampaikan Buang, ketua unit pelaksana kegiatan dan keuangan (UPKK) 1 Desa Japura Bakti, Kecamatan Astanajapura saat ditemui Radar, kemarin. Pihaknya saat ini hanya bertugas untuk membantu menyiapkan dan mendistribusikan program tersebut untuk sampai ke tangan penerima. “Untuk di wilayah kita, penerima ada juga dari keluarga mampu. Cuma karena namanya ada ya tetap kita berikan. Data kan tidak berasal dari kita. Kami hanya meneruskan saja,” kata Buang.

Selain itu, data yang diterimanya terkait penerima program RTM tersebut adalah data lama, karena beberapa penerima saat ini statusnya sudah pindah dan tidak lagi berada di Desa Japura Bakti. “Nah untuk kasus penerimanya yang sudah pindah, kami kemudian membahas persoalan ini dengan pihak desa. Dan disepakati jika penerima tersebut diganti dengan warga lain yang kondisi ekonominya masuk kategori RTM. Ada juga yang warganya saat ini sudah mampu dan tidak mau menerima bantuan, akhirnya dialihkan,” tambahnya. (dri)