Tuan Rumah Curang, Langkah Petinju Kota Cirebon Terhenti

oleh -6 views
PETINJU-KOTA-CIREBON-DICURANGI
PROTES: Tim Advokasi Kota Cirebon menanyakan angka sebenarnya kepada dewan juri. FOTO: TATANG RUSMANTA/RADAR CIREBON

BOGOR – Devo Matulessi harus rela terhenti langkahnya di babak delapan besar Porda Jabar XIII/2018. Petinju kelas 64 kg putra andalan Kota Cirebon itu dikalahkan wakil tuan rumah Kabupaten Bogor, M Alsar di GOR Laga Satria, Kabupaten Bogor, Jumat (5/10).

Devo bertarung dengan cukup baik di laga itu. Merasa menang jangkauan tangan dari lawannya, dia berhasil menjaga jarak dan menyarangkan banyak pukulan ke badan Alsar. Namun, serangan wakil tuan rumah pun tak mengendur. Agresivitasnya saat bertarung jarak dekat, kerap merepotkan pertahanan Devo.

Duel itu pun berlangsung ketat hingga akhir ronde ketiga. Kedua petinju saling jual beli pukulan. Juri satu hingga juri lima memberikan angka cukup ketat kepada keduanya. Sayang, Devo dinyatakan kalah angka 5-0 (29-28, 29-28, 29-28, 29-28 dan 30-27).

HASIL-JURI-TINJU
International Competition Record Book yang diterima Devo Matulessi ada coretan. Foto: Tatang Rusmanta/Radar Cirebon

Ditemui usai pertandingan, Devo terlihat sangat kecewa. Dia merasa sudah bertarung habis-habisan. Dia mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menjungkalkan andalan tuan rumah. Terlebih, terdapat kejanggalan dalam International Competition Record Book yang diterima Devo usai pertandingan.

“Di buku itu saya dinyatakan menang angka tapi dicoret jadi kalah angka. Saya menduga tuan rumah mengubah hasil pertandingan,” cetusnya, kesal.

Tim Manajer Kontingen Kota Cirebon yang menyaksikan pertandingan itu tak tinggal diam. Diwakili Bidang Advokasi Tim Manajer, Kota Cirebon mengajukan protes. Sayang, keputusan hakim pertandingan tak tergoyahkan. “Di sini ada celah untuk protes. Kita lakukan sesuai prosedur,” kata Ketua Umum KONI Kota Cirebon, Hj Wati Musilawati.

“Kita berusaha, tapi keputusan juri dan hakim pertandingan tetap memenangkan petinju Kabupaten Bogor. Kita tak berdaya menghadapi kecurangan-kecurangan tuan rumah,” imbuh Wati, geram.

Devo sendiri yakin, dirinya mengumpulkan angka lebih banyak. Bahkan, seisi tribun Laga Satria pun langsung bereaksi saat keputusan pemenang diumumkan. “Penonton pun tahu siapa yang lebih banyak pukulannya,” tandas petinju 22 tahun itu.

Di laga berbeda, Aleks Suhardi, petinju Kota Cirebon lainnya, juga harus rela menerima kekalahan atas lawannya, Afrizal. Aleks dikalahkan wakil Kabupaten Sukabumi itu di semifinal kelas 81 kg putra. Dengan demikian, Aleks harus puas meraih perunggu. (ttr)