Man City vs Tottenham, Merusak Hari Bahagia Guardiola

oleh -4 views
COBAAN BERAT: Josep Guardiola kembali mendapat hadangan berat, yakni menjamu Tottenham Hotspurs, dini hari nanti WIB. Foto: AFP

MANCHESTER – Tottenham Hotspur yang mengakhiri bulan madu Josep Guardiola di Manchester City awal musim ini, 2 Oktober lalu. Hotspur pulalah yang berpotensi besar merusak indahnya hari-hari Guardiola setelah berulang tahun untuk kali pertama. Ya, 18 Januari lalu Guardiola berulang tahun ke-46.

Hanya ada dua kado dari Spurs yang jadi pilihan Guardiola. Kado tiga angka atau malah makin nestapa di hari bahagianya. Sekali lagi kalah, maka enam kekalahan dalam satu musim menjadi kado terburuk Guardiola sepanjang delapan tahun karir melatihnya. Padahal, musim ini belum berakhir.

“Pressing tinggi yang membuat kami dapat mengulangi apa yang terjadi di White Hart Lane,” ungkap bek kanan Spurs, Kyle Walker sebagaimana dikutip London Evening Standard.

Absennya Jan Vertonghen satu-satunya yang membedakan bentrok di London dan Manchester kali ini. Vertonghen absen enam pekan karena cedera engkel. Tanpa Vertonghen bukannya ada celah bagi Guardiola.
Mauricio Pochettino sudah punya solusi jika ada salah satu bek tengahnya absen. Dalam laga nanti, Spurs akan tetap memakai formasi tiga bek dengan 3-4-2-1.

Dengan formasi ini, Spurs mampu menang di 3 laga beruntun. Menang 4-1 atas Watford (1/1), lalu 2-0 atas Chelsea (5/1) dan mempermak empat gol tanpa balas West Bromwich Albions pekan lalu WIB (14/1).

Ben Davies jadi pemain pengganti Vertonghen. Dalam akun Facebook resmi Spurs, Pochettino menyebut timnya harus mampu beradaptasi dengan skema apapun yang dipakainya. Entah dengan tiga bek atau empat bek.

“Plan B dan Plan C harus kami miliki pada setiap laga berbeda. Yang harus diingat, mereka (City) punya skuad yang mampu tampil mengejutkan lawan. Kadang, untuk situasi ini yang kami butuhkan main lebih fleksibel,” tutur Pochettino.

Faktanya, persentase clean sheet The Lilywhites –julukan Spurs– lebih besar jika bermain dengan tiga bek ketimbang empat bek. “Pemain harus paham bahwa kami dapat bermain berbeda. Sepakbola itu permainan yang butuh fleksibilitasmu, dan penting agar beradaptasi dengan karakteristik permainanmu,” lanjut pelatih Argentina itu.

Nah, jika sudah ada jaminan tiga bek bisa menutup ruang gerak Sergio Aguero, di sisi sayap yang akan memberi mimpi buruk kepada City. Dua full-back-nya Danny Rose dan Walker sudah on fire. Saat bertahan, mobilitas keduanya bisa menutup ancaman The Citizens –julukan City– dari sayap.

Begitu menyerang, kombinasi sayap yang sudah menyumbang delapan assists dan dua gol itu bakal memanjakan Dele Alli dan Christian Eriksen dalam menjelajahi area di depan penalti City. Kecepatan pemain Spurs yang jadi lawan terberat Pablo Zabaleta dkk di laga nanti.

Berkaca dari kekalahan empat gol tanpa balas City atas Everton di Goodison Park, Liverpool, pekan lalu (15/1), kelambatan pemain City jadi persoalannya.

Menutup ruang gerak sayap Everton, dan juga menutup area di depan gawang. Terutama Walker, pemain tercepat kedua di Premier League yang punya kecepatan lari 21.860 meter per jam.

Tanpa Fernandinho, Zabaleta tetap menjadi pilihan untuk cover di depan bek City. Dalam analisis ESPN, yang perlu dilakukan Zabaleta ataupun Yaya Toure sebagai poros ganda City adalah mematahkan serangan dari Hugo Lloris dkk dengan diikuti dua atau tiga kali passing cepat.

Dengan taktik seperti itu, maka akan terbuka banyak ruang bagi pemain-pemain di lini serang City seperti David Silva, Kevin De Bruyne dan Aguero untuk bisa menjelajah area pertahanan Spurs yang hingga pekan ke-21 lalu baru kemasukan 14 gol, terendah di antara kontestan Premier League musim ini.

Strategi itu sejatinya sudah diterapkan City di White Hart Lane, tetapi belum bisa dijalankan dengan sempurna. Alhasil, Spurs yang berhasil memanfaatkan itu lewat hasil akhirnya. “Kami tidak punya keseimbangan, sehingga mereka dapat menghakimi kami,” keluh Guardiola.

Sekadar diketahui, Spurs punya catatan bagus ketika datang ke Etihad. Musim lalu Spurs bahkan mampu mengalahkan City di depan pendukungnya sendiri dengan menang 2-1.

Statistik Opta yang menyebut Spurs belum pernah menang pada tujuh laga beruntun sejak Mei 1967 bisa jadi pegangan City.

Setidaknya tidak lagi dipecundangi di Etihad seperti saat dikalahkan Chelsea 1-3, 3 Desember lalu.

“Ini akan sangat sulit. Hanya satu hal yang saya ketahui, butuh kerja keras. Kami akan memikirkan bagaimana caranya kami untuk mengalahkan Tottenham,” kata Guardiola. (ren)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *