16 Tahun Idap Hidrosefalus, Kondisi Azril Semakin Memprihatinkan

azril-saputra
Kapolsek Subang Iptu Wawan Hernawan menjenguk Azril Saputra yang 16 tahun terbaring karena penyakit hidroesfalus. Foto: Istimewa

KUNINGAN – Sudah 16 tahun Azril Saputra warga Desa/Kecamatan Subang terbaring di ranjang karena penyakit hidprosefalus yang dideritanya sejak bayi. Kondisi Azril pun kini semakin memperihatinkan dengan kepala yang semakin membesar sedangkan tubuhnya kurus seperti tulang terbalut kulit.

Di kamar sempit dan pengap, kini Azril hanya diurus oleh sang nenek Painah (60) seorang diri. Pasalnya sang ibu, Iin Sarinah, sudah meninggal dunia sejak Azril masih berusia 3 bulan sebelum penyakit langka tersebut menyerangnya. Adapun ayahnya Suryana, sudah dua tahun terakhir ini tak pulang entah kemana.

Sang nenek yang tidak punya penghasilan, hanya mengandalkan bantuan dari para tetangga dan dermawan yang mengetahui keberadaan cucunya tersebut. Kadang uang sumbangan yang didapat Painah digunakan untuk biaya rutin berobat Azril dan sisanya untuk dibelanjakan kebutuhan makan seperti biskuit dan susu. Sedangkan untuk kebutuhan makan sehari-hari, Painah sudah mendapat bantuan beras rutin dari pemerintah desa setempat.

“Sebelumnya badan Azril gemuk, namun sejak tiga bulan terakhir ini kondisinya memburuk. Badannya jadi kurus, sedangkan kepalanya semakin besar,” ujar Painah saat berbincang dengan Radar di rumahnya, kemarin.

Painah menuturkan, awal mula penyakit yang diderita Azril saat masih berusia delapan bulan. Waktu itu, Azril mengalami pembesaran di kepala sehingga dia harus menjalani pengobatan di RS Hasan Sadikin Bandung.

“Kata dokter ada penumpukkan cairan di kepala Azril. Selama dua minggu Azril menjalani pengobatan di RS Hasan Sadikin Bandung, dan sempat menjalani operasi. Kemudian dibawa pulang, namun kepalanya terus membesar sampai sekarang,” ujar Painah.

Painah mengaku, kala itu dokter menyarankan agar Azril menjalani kontrol setiap tiga bulan sekali untuk disedot cairan di kepalanya. Namun karena keterbatasan ekonomi Painah dan suaminya yang saat itu hanya buruh tani, tak sanggup membawa Azril untuk menjalani saran dokter tersebut.

“Waktu awal Azril sakit, bapaknya masih suka pulang tiga bulan sekali kasih uang untuk kebutuhan pengobatan dan makan. Kemudian setahun sekali, kadang dua tahun baru datang, sampai terakhir tahun 2017 dia datang kemudian tak pernah ke sini lagi. Si Abah (suami Painah. RED) juga sudah meninggal empat bulan yang lalu,” ungkap Painah sedih.

Kini, setiap bulannya Azril masih harus menjalani pengobatan rutin dari dokter yang menangani sejak lama. Namun demikian, pengobatan pun dilakukan tanpa membawa Azril, melainkan hanya Painah yang datang ke dokter untuk meminta obat.

“Karena dokternya sudah hafal kondisi Azril, jadi setiap bulan saat obat sudah habis saya yang datang untuk minta obat. Kadang Pak Dokter yang datang ke sini untuk periksa. Karena kondisi kepala Azril sudah besar dan khawatir kenapa-napa kalau digotong,” ujar Painah.

Setiap bulannya Painah mengaku harus membayar Rp 70.000 untuk setiap kali berobat ke dokter. Meski Azril sudah memilik kartu BPJS Kesehatan bantuan dari pemerintah, namun Painah mengaku tak pernah menggunakannya karena alasan tak ingin repot.

Kini kondisi Azril pun semakin memperihatinkan. Kepala Azril yang semakin besar dan badanya yang kurus, membuat Painah hanya bisa pasrah dengan kondisi cucunya tersebut.

“Kalau sehat, Azril mungkin sekarang kelas 2 SMA. Saya sangat ingin melihat Azril sembuh seperti anak sebayanya. Tapi tidak tahu apakah cucu saya bisa disembuhkan atau tidak,” ujar Painah.

Penderitaan Azril tersebut ternyata telah mendapat banyak simpati dari banyak kalangan. Di antaranya dari Paguyuban Golongan Darah AB Kuningan dan juga  Kapolsek Subang Iptu Wawan Hernawan yang menyempatkan datang dan memberikan bantuan sembako serta sejumlah kebutuhan sehari-hari Azril.

“Saya sangat prihatin dengan kondisi Azril. Sebagai bentuk kepedulian, saya mewakili institusi Polri memberi sedikit bantuan untuk meringankan beban Azril dan neneknya. Kami juga mengetuk hati masyarakat dan para dermawan, untuk ikut membantu, bila perlu hingga pengobatannya agar Azril bisa sehat,” ungkap Kapolsek Wawan. (fik)

Berita Terkait