15 Kecamatan di Kuningan Zona Rawan Longsor dan Banjir

ILUSTRASI

KUNINGAN– Sebanyak 15 kecamatan di Kabupaten Kuningan masuk zona rawan longsor, banjir dan pergerakan tanah. Belasan kecamatan itu sebagian besar terdapat di Kuningan bagian timur dan selatan.

“Ketika hujan sudah mulai turun dengan intensitas tinggi kemudian lama dan merata, itu kita mewaspadai wilayah Kuningan terutama bagian timur dan selatan. Mulai dari wilayah Kadugede, Nusaherang, Darma, Selajambe, Subang, Cilebak, Hantara, Ciwaru, hingga ke bagian timur seperti Cibingbin dan sekitarnya,” sebut Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Agus Mauludin saat dimintai keterangan persnya, Rabu (11/12).

Beberapa wilayah itu, lanjutnya, perlu mendapat perhatian khusus terkait kewaspadaan menghadapi musim penghujan. BPBD sendiri telah melakukan pemetaan terhadap belasan kecamatan yang memang rawan bencana.

“Kita sudah petakan bahwa 15 kecamatan itu memang yang betul-betul rawan, bukan berarti kita tidak bisa antisipasi. Karena memang wilayahnya seperti itu (rentan bencana, red), kita himbau agar masyarakat lebih hati-hati dan waspada,” tandasnya.

Pihaknya menyarankan, masyarakat agar dapat mengaktifkan kembali kearifan lokal seperti pos kamling atau ronda malam. Sebab hal ini menjadi tindakan dini, ketika terjadi peristiwa terkait kebencanaan khususnya saat malam hari.

“Nantinya ketongan di pos roda bisa dipakai, sebagai tanda ketika terjadinya peristiwa kebencanaan, atau bisa juga speaker di mushola dan masjid untuk menyiarkan kepada warga jika terjadi kebencanaan. Sehingga jika terjadi sesuatu, warga dapat dikumpulkan di titik aman dari jangkauan bencana alam,” terangnya.

Sebab menurutnya, paling penting dan utama adalah penyelamatan jiwa manusia. Bagi korban kebencanaan, pihaknya akan melakukan kajian apakah perlu diberikan bantuan atau tidak.

“Ya itu nanti kita kaji dulu, sebab disesuaikan pula dengan anggaran dan regulasinya,” tukasnya.

Dijelaskan, saat ini sebetulnya masuk masa peralihan dari kemarau ke musim penghujan. Saat masa peralihan ini, memang terjadi cuaca cukup ekstrim yakni dengan turun hujan secara tiba-tiba dan relatif tidak lama.

“Walaupun tidak lama, tapi hujan ini dibarengi dengan angin dan petir. Sehingga dapat mengakibatkan banyak pohon-pohon besar dengan usia cukup tua dan juga lapuk itu tumbang,” ujarnya.

Pihaknya berharap, peristiwa tanah longsor dan pergerakan tanah hingga banjir yang terjadi di tahun lalu, tidak kembali terulang. Namun bagi masyarakat, sekali lagi pemerintah daerah menghimbau agar tetap waspada dan berhati-hati ketika hujan tengah turun dengan intensitas tinggi. (ags)

Berita Terkait