10 WNI Ditangkap di Malaysia Kasus Penyelundupan Imigran

tki-ilustrasi-dok
Ilustrasi. (dok. jawapos.com)

KUALA LUMPUR – Otoritas Malaysia menangkap sedikitnya 10 warga negara Indonesia (WNI) terkait dugaan aktivitas penyelundupan imigran. Para WNI yang ditahan itu diyakini sebagai imigran ilegal di Malaysia.

Seperti dilaporkan kantor berita Malaysia, Bernama, Kamis (7/11), kesepuluh WNI itu ditangkap oleh Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) pada Senin (4/11) malam waktu setempat. Kapal yang mereka tumpangi untuk meninggalkan perairan Malaysia dicegat oleh personel MMEA.

Pencegatan dilakukan di wilayah Tanjung Ayam Selatan, yang berjarak 3,6 mil laut atau sekitar 6,6 kilometer dari perairan Pengerang, Johor.

Direktur MMEA untuk Zona Tanjung Sedili, Kapten Maritim Mohd Zulfadli Nayan, menyebut seluruh tersangka yang ditahan berusia antara 14 tahun hingga 43 tahun. Identitas mereka tidak diungkap ke publik.

Disebutkan oleh Mohd Zulfadli bahwa 10 WNI itu tidak memiliki dokumen identitas yang valid. Terdapat satu nakhoda atau operator kapal dan satu wanita di antara para WNI yang ditahan.

Lebih lanjut, Mohd Zulfadli mengimbau para WNI yang ingin datang ke Malaysia atau pulang ke negara asalnya agar menggunakan jalur legal tanpa perlu mempertaruhkan nyawa mereka.

Ini merupakan kesekian kalinya WNI ditangkap di perairan Malaysia. Sebelumnya pada 9 Oktober, 15 Oktober dan 16 Oktober lalu, total 17 WNI ditangkap otoritas Malaysia karena kedapatan hendak meninggalkan wilayah negara itu dengan kapal secara ilegal.

Diketahui bahwa Surat Edaran Pelabuhan No 67/2017 membatasi kapal-kapal asing melakukan aktivitas di perairan Malaysia. Beberapa WNI itu juga diketahui tidak memiliki izin tinggal yang sah dan overstaying di Malaysia. (der/fin)

Berita Terkait