MAJALENGKA-Tingginya curah hujan di Kabupaten Majalengka saat ini mengakibatkan sejumlah infrastruktur seperti tanggul, jembatan, dan irigasi di mengalami kerusakan. Menurut Kepala Dinas Penanggulangan Sumber Daya Air (PSDA), Drs H Ano Hartono BA MSi daerah aliran irigasi (DAI) dibagi dalam tiga katagori.
Yang pertama sebut dia, daerah irigasi yang berada di bawah pemerintahan pusat atau irigasi Nasional yakni irigasi di atas lahan 3000 hektare, contohnya, irigasi Kamun serta Ciwaringin, sedangkan untuk irigasi yang masuk dalam wilayah kerja PSDA Provinsi adalah daerah irigasi dengan luas antara 1000 hingga 3000 hektare seperti irigasi Cigasong di Kecamatan Majalengka, irigasi Cibutul di Kecamatan Sukahaji, irigasi Cikeruh di wilayah Jatiwangi serta irigasi Cikamung di Kecamatan Rajagaluh.
“Untuk irigasi yang panjang dan luasnya melebihi 3000 hektare kewenanganya ada di pihak PSDA pusat, sedangkan untuk irigasi yang luasnya 1000 sampai 3000 hektare tangung jawabnya berada di pihak provinsi, pihak kabupaten hanya mengelola irigasi yang luasnya dibawah 1000 hektare saja,” terang mantan Kadis Kimpraswil tersebut kepada Radar, kemarin (11/2) saat ditemui di kantornya.
Menurut Ano yang didampingi Kepala Bidang Pengendalian, Pengelolaan Irigasi, Deni Sadrah SIP, irigasi yang dikelola pihak Kabupaten Majalengka sifatnya adalah irigasi yang luasnya kurang dari 1000 hektare dan saat ini yang berada di wilayah kabupaten Majalengka terdapat 205 irigasi tersebar di 26 kecamatan. Diantaranya, irigasi Ciluhur Kecamatan Lemah Sugih, irigasi Cipendey di Kecamatan Bantarujeg, irigasi Cisampih di kecamatan Maja, dan irigasi lainya.
Saat disingung mengenai kondisi irigasi saat ini, baik Ano maupun Deni mengaku secara umum dari 205 irigasi yang ada 58% kondisinya masih baik, 40% rusak sedang dan 2% rusak parah atau tidak berfungsi sama sekali. “Untuk yang rusak parah terdapat pada di daerah irigasi Cihiem di wilayah Kecamatan Bantarujeg, serta beberapa daerah aliran irigasi lainya yang ikut rusak pasca adanya bencana tanah longsor,” jelasnya.
Tidak berfungsinya irigasi sambung dia, disebabkan beberapa faktor seperti menyusutnya sumber mata air sehingga saluran air tidak bisa menghantarkan air sesuai dengan yang ditargetkan. Yang kedua faktor bencana serta faktor manusia. Dan ketiga akibat adanya kerusakan di sejumlah bendungan irigasi sehingga mengakibatkan kebocoran dan lainnya.(pai)


