Upaya untuk Mengungkap Raibnya Uang Rp110 Juta Milik Pengusaha Tebu
CIREBON- Kasus pencurian uang Rp110 juta milik seorang pengusaha tebu, Wasli (60), warga Desa Mertapada Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, masih dalam penyelidikan Sat Reskrim Polresta Cirebon. Peristiwa ini menjadi perhatian tersendiri bagi kepolisian. Pasalnya, lokasi hilangnya uang itu merupakan tempat ramai. Apalagi terjadi siang hari.
Kapolresta Cirebon AKBP Ir Ary Laksmana Wijaya mengatakan pihaknya masih mendalami kasus itu. “Sementara kasus ini murni pencurian. Ada atau tidaknya unsur kesengajaan dalam kasus ini, kita tunggu hasil penyelidikan dari penyidik Sat Reskrim. Yang jelas beberapa saksi termasuk korban sudah kami mintai keterangannya. Bahwa ada dugaan pihak lain seperti tukang parkir atau pihak lainnya yang diduga terlibat, masih perlu diselidiki secara serius,”
tandas Ary saat berkunjung ke gedung Graha Pena Radar Cirebon, Selasa malam (2/3).
Insiden 24 Jam
Polisi Selidiki ”Orang Dalam”
Preman Jalanan Disapu Bersih
MENJELANG kedatangan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, polisi sibuk mengadakan razia. Tak terkecuali di wilayah Cirebon. Polres Cirebon misalnya, menggelar razia dengan sasaran preman jalanan, kemarin (3/3).
OPERASI bersandi Aman Nusa 7 ini diadakan di sejumlah lokasi keramaian di Kabupaten Cirebon. Kegiatan dipimpin Kaur Binops Reksrim Polres Cirebon, Iptu Sudarman. Polisi berhasil mengamankan puluhan preman, pemarkir liar, calo, anak jalanan dan para pengamen.
Menurut Kabag Bina Mitra Polres Cirebon, Kompol Fahruddin melalui Kasat Reskrim AKP Ferri Irawan, razia Aman Nusa 7 digelar secara serentak. “Ini merupakan operasi kejahatan jalanan dengan sasaran orang-orang di jalanan yang suka meresahkan masyarakat seperti para preman, calo penumpang mobil, pengamen yang suka memaksa, tukang parkir liar dan anak jalanan,” jelasnya.
Antisipasi Teror Bom, Polresta Adakan Razia di Perbatasan
CIREBON- Sekitar 200 personil gabungan Satuan Reskrim, Samapta, Intelkam, Den Obvit dan Sat Lantas Polresta Cirebon dikerahkan untuk melakukan razia besar-besaran di perbatasan kota, tepatnya di Jl Raya Ciperna-Penggung, kemarin (3/3).
Razia dipimpin langsung Kabag Ops Kompol Alfred Ramses Sianipar didampingi Kepala Detasemen Pengamanan Obyek Vital (Den Pam Obvit) AKP Yana Mulyana. Dalam melakukan razia ini, petugas Polresta Cirebon menggunakan beberapa alat deteksi logam untuk memastikan dalam kendaraan yang masuk ke Kota Cirebon tidak membawa bahan peledak atau bom. Namun, operasi yang digelar selama hampir tiga jam tersebut petugas tidak menemukan adanya kendaraan yang diduga membawa bahan peledak juga tidak menemukan adanya kendaraan yang membawa senjata tajam dan benda mencurigakan lainnya.
Mobil Depan Rumah Raib
CIREBON- Mobil Kijang Innova bernopol E 306 milik Bondan Nurtjahjono (32), hilang dicuri saat terparkir di garasi rumahnya Jl Abiasa II, RT 03 RW 09, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kejaksan. Peristiwa ini baru diketahui Rabu (3/3) sekitar pukul 05.30.
Pada Selasa malam (2/3) sekitar pukul 20.00, korban pulang ke rumah dengan mengendarai mobilnya. Mobil lalu diparkir di dalam garasi rumah dalam keadaan terkunci. Tapi keesokan paginya, seorang penjaga keamanan kompleks bernama Ahmad (44), melihat pintu pagar rumah korban sudah terbuka dan mobil sudah hilang. Peristiwa itu pun dilaporkan ke polisi.
“Benar, tadi pagi terjadi peristiwa pencurian kendaraan roda empat di Jl Abiasa. Sekarang kasusnya sedang dalam penyelidikan Sat Resrkim,” ujar Kabag Ops Polresta Cirebon, Kompol Alfred Ramses Sianipar. (rdh)
Mengaku Polisi, Rampas 4 HP
Pelaku Tunjukkan Kartu Polri, Sempat Ngaku Sebagai Ajudan Kapolda Jawa Barat
CIREBON- Berhati-hatilah jika bertemu dengan orang yang mengaku anggota Polri. Perlu waspada dan pastikan Anda tidak memberikan barang-barang berharga padanya. Bukan tidak mungkin dia adalah pelaku kejahatan. Seperti yang dialami Ari Maulana (17), Ajat Sudrajat (19), dan Okanah (21), ketiganya warga Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon.
Ketiganya menjadi korban perampasan handphone (HP) yang dilakukan seorang pria berbadan tegap dan mengaku anggota Polri. Ketiga korban saat melapor ke SPK Polresta Cirebon menceritakan, peristiwa ini terjadi Sabtu (20/2) sekitar pukul 21.00 saat mereka sedang berboncengan menuju area muludan di Kasepuhan. Ketika melintas di Jl Pulasaren, sepeda motor ketiganya dihentikan oleh seseorang berbadan tegap berambut cepak dan menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter MX.
Pria ini mengaku anggota Polri yang sedang melaksanakan razia. Untuk menyakinkan korbannya, pelaku mengeluarkan kartu anggota Polri yang diduga palsu. Dia bahkan sempat mengaku sebagai ajudan kapolda Jabar. Selanjutnya, pelaku meminta handphone milik ketiga korban dengan alasan agar sepeda motor ketiganya tidak ditilang.
hal 1 dari 42
Insiden 24 Jam

