<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Radar Cirebon Online</title>
	<atom:link href="http://radarcirebon.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://radarcirebon.com</link>
	<description>Maju Bersama Koran Juara</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Sep 2010 00:00:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Sepeda Unik Ikut Mudik</title>
		<link>http://radarcirebon.com/2010/09/09/sepeda-unik-ikut-mudik/</link>
		<comments>http://radarcirebon.com/2010/09/09/sepeda-unik-ikut-mudik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 00:00:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asep</dc:creator>
				<category><![CDATA[Metropolis]]></category>
		<category><![CDATA[Slide]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radarcirebon.com/?p=2840</guid>
		<description><![CDATA[HASRAT ingin menginjakkan kaki di kampung halaman begitu besar. Segala keterbatasan pun tidak menjadi halangan untuk Dwiyono (23) menempuh perjalanan ratusan kilometer dari Cikarang, Bekasi menuju Jogjakarta. Bermodal sepeda rakitannya, pemuda yang bekerja di salahsatu pabrik di kawasan industri Cikarang ini memilih mudik dengan menggowes sepeda. Saat tiba di Kota Cirebon, Dwiyono terlihat cukup bugar. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></p>
<div id="attachment_2843" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><strong><a href="http://radarcirebon.com/wp-content/uploads/2010/09/Cirebon-kakian-pemudik-sepeda-unik-2.jpg"><img class="size-medium wp-image-2843" title="Cirebon-kakian, pemudik sepeda unik (2)" src="http://radarcirebon.com/wp-content/uploads/2010/09/Cirebon-kakian-pemudik-sepeda-unik-2-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></strong><p class="wp-caption-text">UNIK. Dwiyono (23) saat melintas di Jl Brigjen Dharsono, Kota Cirebon, kemarin. Dwiyono melakukan perjalanan mudik dari Cikarang menuju kampung halamannya Jogjakarta.</p></div>
<p>HASRAT </strong>ingin menginjakkan kaki di kampung halaman begitu besar. Segala keterbatasan pun tidak menjadi halangan untuk Dwiyono (23) menempuh perjalanan ratusan kilometer dari Cikarang, Bekasi menuju Jogjakarta. Bermodal sepeda rakitannya, pemuda yang bekerja di salahsatu pabrik di kawasan industri Cikarang ini memilih mudik dengan menggowes sepeda.<br />
Saat tiba di Kota Cirebon, Dwiyono terlihat cukup bugar. Namun, nafasnya yang tersengal-sengal memberi tanda kalau pria asal Jogjakarta ini sudah kelelahan. Tapi, kerinduan pada kampung halaman membuat tekadnya bulat<br />
untuk tetap mengarungi perjalanan dengan kayuhan demi kayuhan sepeda.<br />
Dwiyono berangkat dari Jakarta sekitar pukul 20.00 Selasa (7/9) dan tiba di Kota Cirebon Rabu (8/9). Dengan hanya membawa uang Rp50 ribu, Dwiyono tentu harus menghemat kebutuhan perjalanannya. Sepanjang perjalanan Cikarang-Cirebon, dia hanya mengonsumsi roti dan air mineral yang dibelinya di warung-warung pinggir jalan.<br />
Terkadang, keberuntungan memang menghampiri. Pemilik warung yang merasa iba, sukarela memberikannya makan secara cuma-cuma. “Saya cuma makan roti sama air mineral, perjalanannya masih jauh jadi harus benar-benar irit,” tuturnya saat ditemui wartawan koran ini di Jl Brigjen Dharsono (by pass).<br />
Dwiyono mengaku, dirinya nekat melakukan perjalanan dengan sepeda lantaran tidak memiliki cukup uang untuk membeli tiket kereta api. Selain itu, uang yang ditabungnya sudah didedikasikan untuk diberikan kepada ibundanya yang sudah menanti di kampung halaman. Namun, Dwiyono menolak untuk memberitahukan jumlah uang yang didedikasikan untuk ibundanya itu. “Mending buat ngasih ibu Mas. Saya sudah nabung, ini Rp50 ribu sisanya buat uang jalan. Mudah-mudahan cukup,” kata dia.<br />
Sampai di Cirebon, Dwiyono mengalami kerusakan pada rem belakang sepedanya. Kerusakan tersebut akibat beberapa kali dirinya mesti mengerem mendadak lantaran menghindari kendaraan yang ugal-ugalan. Dia mengeluhkan cara mengemudi angkutan umum dan becak yang seringkali tidak memberikan aba-aba saat membelok. “Tadi itu di sana saya hampir nabrak angkot. Dia belok nggak pakai lampu sign,” katanya, menceritakan penyebab rem belakang sepedanya putus.<br />
Menurutnya, perjalanan menuju Jogjakarta akan tetap dilanjutkan dengan hanya mengandalkan satu rem saja. Namun, dia merasa yakin bisa mengendalikan sepedanya yang ukurannya lebih tinggi dari sepeda pada umumnya. Dwiyono mengaku mahir mengendalikan sepeda rakitannya tersebut, termasuk saat jalanan padat merayap ataupun macet.<br />
Rencananya, Dwiyono akan tiba di Jogjakarta dua hari mendatang. Meski demikian, dia mengaku tidak menargetkan waktu untuk bisa tiba di kampung halamannya. Yang terpenting baginya adalah bisa bertemu dengan sanak saudara dalam keadaan selamat dan sehat. “Yang penting sampai. Saya nggak narget waktu, tapi kalau bisa sih sampai di Jogja pas Lebaran,” ujarnya.<br />
Perjalanan Dwiyono menggunakan sepeda yang dirakitnya tahun 2007 itu menjadi pemandangan menarik di sepanjang jalur pantura Cirebon. Banyak pemudik yang memberi acungan jempol kepadanya, bahkan masyarakat lokal pun banyak yang mengarahkan kameranya membidik Dwiyono.<br />
Maklum saja, tinggi sepeda Dwiyono mencapai 2 meter dan terlihat sangat menonjol di antara pemudik lainnya yang mayoritas menggunakan sepeda motor. <strong>(yud)</strong></p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://radarcirebon.com/2010/09/09/sepeda-unik-ikut-mudik/" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radarcirebon.com/2010/09/09/sepeda-unik-ikut-mudik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kali Ini Lebaran Serentak</title>
		<link>http://radarcirebon.com/2010/09/09/kali-ini-lebaran-serentak/</link>
		<comments>http://radarcirebon.com/2010/09/09/kali-ini-lebaran-serentak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 00:00:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asep</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Slide]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radarcirebon.com/?p=2854</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA - Pemerintah akhirnya memutuskan bahwa 1 Syawal 1431 H atau Hari Raya Idul Fitri tahun ini jatuh pada Jumat 10 September 2010. Keputusan itu diambil dalam sidang isbat di Kantor Depag kemarin petang (8/9). Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan berbagai masukan dan data dari titik rukyatulhilal dan hisab. Data [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></p>
<div id="attachment_2875" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><strong><a href="http://radarcirebon.com/wp-content/uploads/2010/09/Cirebon-hisab-rukyat-Kris-1.jpg"><img class="size-medium wp-image-2875" title="Hilal" src="http://radarcirebon.com/wp-content/uploads/2010/09/Cirebon-hisab-rukyat-Kris-1-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a></strong><p class="wp-caption-text">TEROPONG  Kakanwil Kementerian Agama Sumsel, Drs H Najib Haitami MM  meneropong hilal penentuan 1 Syawal dari puncak Hotel Aryaduta Palembang, kemarin (8/9).</p></div>
<p>JAKARTA </strong>- Pemerintah akhirnya memutuskan bahwa 1 Syawal 1431 H atau Hari Raya Idul Fitri tahun ini jatuh pada Jumat 10 September 2010. Keputusan itu diambil dalam sidang isbat di Kantor Depag kemarin petang (8/9).<br />
Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan berbagai masukan dan data dari titik rukyatulhilal dan hisab. Data tersebut, antara lain, fakta bahwa hilal (bulan baru) yang menjadi rujukan penentuan berakhirnya bulan Ramadan tidak terlihat di 29 titik rukyat di seluruh Indonesia.<br />
“Karena bulan tidak dapat dilihat, maka bulan Ramadan digenapkan menjadi 30 hari dan diputuskan Idul Fitri dilangsungkan pada Jumat 10 September,” jelas Suryadharma yang juga ketua umum Partai Persatuan Pembangunan itu ketika memimpin sidang.<br />
Selain pemerintah, sidang isbat dihadiri beberapa ormas Islam. Antara lain NU, Muhammadiyah, Syarikat Islam, dan Persis. Selain itu, hadir wakil kedutaan besar negara Islam di Jakarta. Sedikitnya, ada tujuh titik rukyat utama di Indonesia yang melaporkan bahwa hilal tidak tampak. Antara lain, Pantai Lhok Nga (Aceh), Masjid Agung Semarang, Pantai Tanjung Kodok (Lamongan), lokasi Observatorium Boscha ITB (Bandung), Pantai Tanjung Bunga (Makassar), dan Kupang.<br />
Sebelumnya, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah secara resmi telah mengeluarkan maklumat tentang penetapan 1 Syawal 1431 H (Hari Raya Idul Fitri). Dalam maklumat nomor 05/MLM/I.O/E/2010 tersebut, PP Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal jatuh pada Jumat Legi 10 September 2010. Maklumat itu sudah disebarkan kepada semua pengurus wilayah dan pengurus daerah hingga cabang Muhammadiyah, berikut badan otonomnya. Mengacu hasil hisab PP Muhammadiyah, tinggi hilal ada di posisi -02 derajat 08 menit dan 16 detik.<br />
Karena itu, terjadi kesamaan dengan penetapan PP Muhammadiyah yang dalam maklumatnya telah menetapkan 1 Syawal jatuh pada ,10 September 2010. Demikian pula almanak PB NU berdasar hisab menetapkan tanggal yang sama.<br />
Dalam kesempatan itu, sejumlah wakil ormas Islam meminta agar disepakati kriteria yang sama dalam penentuan awal Ramadan, 1 Syawal, dan Idul Adha. Dengan begitu, di Indonesia tidak terjadi lagi perbedaan penetapan hari-hari tersebut.<br />
Ketua Lajnah Falakiyah PB NU KH Ghozali Masroeri mengusulkan agar nanti seluruh ormas Islam tidak tergesa-gesa merilis pernyataan untuk menentukan awal Ramadan. Sebab, bagaimanapun, lanjutnya, hal tersebut dapat membangkitkan suasana yang tidak kondusif. “Sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia, NU telah secara konsisten tidak mendahului sidang isbat. Maka, kami harap hal serupa juga dilakukan oleh ormas lain,” tegasnya.<br />
Ghazali mengatakan bahwa pihaknya bersyukur bahwa penetapan Idul Fitri berlangsung sama. Namun, kata dia, besar kemungkinan bahwa penetapan Idul Adha nanti akan ada perbedaan karena menurut dia hasil hisab dan potensi terlihatnya hilal bisa memicu perbedaan. “Ini harus menjadi pekerjaan rumah pemerintah untuk bisa diselesaikan,” kata dia.<br />
Peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Jamaluddin mengatakan bahwa dalam waktu dekat pemerintah akan menetapkan kriteria hilal nasional. Selain itu, pemerintah juga akan menyusun kalender hijriyah nasional yang dapat dijadikan acuan penentuan hari besar Islam oleh ormas di seluruh Indonesia. “Ke depan kami harapkan perbedaan tidak akan ada lagi,” pungkasnya.<strong> (zul) </strong></p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://radarcirebon.com/2010/09/09/kali-ini-lebaran-serentak/" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radarcirebon.com/2010/09/09/kali-ini-lebaran-serentak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bupati Ajak Masyarakat Kompak</title>
		<link>http://radarcirebon.com/2010/09/09/bupati-ajak-masyarakat-kompak/</link>
		<comments>http://radarcirebon.com/2010/09/09/bupati-ajak-masyarakat-kompak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 00:00:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amirul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabupaten Kuningan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radarcirebon.com/?p=2863</guid>
		<description><![CDATA[Safari Ramadan, Beri Bantuan Rp2 Juta KUNINGAN- Sudah menjadi agenda rutin di bulan suci Ramadan Pemerintah Kabupaten Kuningan melaksanakan safari Ramadan melalui kegiatan tarawih keliling (Tarling).  Kegiatan ini dilakukan dalam tiga putaran di salahsatu desa atau kelurahan  dalam kecamatan. Personil tarling dibagi menjadi beberapa tim. Masing-masing tim dipimpin oleh Bupati H Aang Hamid Suganda, Wakil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<div id="attachment_2865" class="wp-caption alignleft" style="width: 293px"><strong><strong><a href="http://radarcirebon.com/wp-content/uploads/2010/09/safari-ramadan-kaliaren-tat.jpg"><img class="size-full wp-image-2865" title="safari ramadan kaliaren tat" src="http://radarcirebon.com/wp-content/uploads/2010/09/safari-ramadan-kaliaren-tat.jpg" alt="" width="283" height="184" /></a></strong></strong><p class="wp-caption-text">foto : tatang ashari BERI BANTUAN. Bupati H Aang Hamid Suganda S.Sos memberikan pengarahan kepada masyarakat yang mengikuti acara safari Ramadan di Desa Kaliaren, Kecamatan Cilimus, Rabu (8/9). </p></div>
<p><strong>Safari Ramadan, Beri Bantuan Rp2 Juta<br />
KUNINGAN</strong>- Sudah menjadi agenda rutin di bulan suci Ramadan Pemerintah Kabupaten Kuningan melaksanakan safari Ramadan melalui kegiatan tarawih keliling (Tarling).  Kegiatan ini dilakukan dalam tiga putaran di salahsatu desa atau kelurahan  dalam kecamatan.<br />
Personil tarling dibagi menjadi beberapa tim. Masing-masing tim dipimpin oleh Bupati H Aang Hamid Suganda, Wakil Bupati Drs H Momon Rochmana MM, Sekda Drs H Nandang Sudradjat dan Unsur Muspida didampingi Satuan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Disamping memberikan imbaun dan kultum, desa yang dikunjungi tarling  juga mendapat bantuan dana Rp2 juta.<br />
Setiap tarling, ketua tim juga tak lepas memberikan arahan baik bidang kemasyarakatan hingga pentingnya berpuasa. Sepeti arahan Bupati H Aang Hamid Suganda ketika memimpin tarling di Desa Kaliaren, Kecamatan Cilimus, Rabu (8/9).<br />
Menurut Bupati Aang, begitu banyak hikmah yang diperoleh dari ibadah puasa ini. Puasa dapat merubah kebiasaan mengurangi pola makan, sehingga menjadi teratur dan menjadikan tubuh sehat. Puasa juga melemahkan syahwat, hasrat jahat dan keinginan maksiat sehingga ruh tak ternoda.<br />
”Selain itu, meningkatkan kepedulian bahwa di antara kita masih ada yang kelaparan. Di antaranya fakir miskin, sehingga dia mau mengasihi, menyayangi dan menolong mereka. Bisa juga dijadikan pendidikan jiwa, pensucian hati, pengendalian pandangan dan menjaga anggota tubuh dari dosa,” terang Aang.<br />
Bupati mengatakan, sebagai hamba Allah yang memiliki keterbatasan dan kelemahan, Ia mengajak untuk memantapkan kualitas ketakwaan dan menempatkan diri sebagai insan yang pandai bersyukur dan beramal saleh.<br />
Bupati Aang juga berpesan kepada masyarakat untuk senantiasa melaksanakan ibadah lainnya yang mengandung keutamaan, selain ibadah pokok. ”Sebagai masyarakat yang agamis, peliharalah kekompakan, kesatuan dan persatuan  serta ketertiban masyarakat agar dapat mengisi dan memakmurkan bulan Ramadan dalam suasana aman, tertib, sejuk dan dinamis,” imbuhnya.<br />
Sebagai upaya menggali hikmah lebih mendalam terhadap makna Ramadan, Bupati Aang juga mengajak untuk mempererat tali silaturahmi dalam keluarga dan antar sesama warga masyarakat. ”Kita sangat menyadari  betapa mahal dan mulianya nilai tali silaturahmi dengan berpijak pada rasa kasih sayang, silih asah, silih asih dan silih asuh. Sehingga, pada gilirannya bisa menjadi modal utama bagi keberlangsungan jalannya pembangunan, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik laihiriah maupun bathiniah,” paparnya.<br />
Disamping itu sambung Aang, jadikan Ramadan sebagai upaya penggalian nilai-nilai agama secara luas. Sehingga memiliki ketahanan akidah, syariah, maupun akhlak sebagai bukti bahwa ibadah puasa telah ditunaikan dengan penuh keikhlasan.<br />
”Untuk yang mampu agar tidak melewatkan kewajiban menunaikan zakat fitrah, maupun zakat maal sebagai wujud kesalehan sosial bagi anggota masyarakat yang belum beruntung,” ujarnya.<br />
Selanjutnya, Bupati Aang mengingatkan masyarakat untuk senantiasa memperhatikan lingkungan, prilaku hidup sehat karena sehat sangat berharga. Dan tak kalah pentingnya untuk menjaga kemompakan mulai pemerintahan kecamatan dan desa, tokoh masyarakat dan unsur masyarakat lainnya. ”Karena bagaimana pun untuk membangun Kuningan tidak bisa dilakukan secara perorangan atau golongan,” pungkasnya. <strong>(tat)</strong></p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://radarcirebon.com/2010/09/09/bupati-ajak-masyarakat-kompak/" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radarcirebon.com/2010/09/09/bupati-ajak-masyarakat-kompak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemudik Motor Banjiri Jalur Pantura</title>
		<link>http://radarcirebon.com/2010/09/09/pemudik-motor-banjiri-jalur-pantura/</link>
		<comments>http://radarcirebon.com/2010/09/09/pemudik-motor-banjiri-jalur-pantura/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 00:00:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asep</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Slide]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radarcirebon.com/?p=2853</guid>
		<description><![CDATA[CIREBON - Pemudik yang menggunakan sepeda motor membanjiri jalur pantura sejak dini hari. Puncak kepadatan terjadi sejak sehabis sahur hingga pukul 11.00, kemarin (8/9). Sedangkan memasuki siang hari, kepadatan berangsur berkurang namun volume kendaraan yang melintas jauh lebih tinggi dari beberapa hari terakhir. Data dari Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi (Dishubinfokom), sejak H-5 hingga H-3 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></p>
<div id="attachment_2877" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><strong><a href="http://radarcirebon.com/wp-content/uploads/2010/09/Cirebon-mudik-KANCI-1.jpg"><img class="size-medium wp-image-2877" title="Cirebon-mudik KANCI (1)" src="http://radarcirebon.com/wp-content/uploads/2010/09/Cirebon-mudik-KANCI-1-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></strong><p class="wp-caption-text">DOMINASI JALAN. Pemudik yang mengendarai motor saat melintas di daerah Kanci, Jalur Pantura Kabupaten Cirebon, kemarin (8/9).</p></div>
<p>CIREBON </strong>- Pemudik yang menggunakan sepeda motor membanjiri jalur pantura sejak dini hari. Puncak kepadatan terjadi sejak sehabis sahur hingga pukul 11.00, kemarin (8/9). Sedangkan memasuki siang hari, kepadatan berangsur berkurang namun volume kendaraan yang melintas jauh lebih tinggi dari beberapa hari terakhir.<br />
Data dari Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi (Dishubinfokom), sejak H-5 hingga H-3 jumlah pemudik sepeda motor yang melintas dalam rentang waktu 15 menit rata-rata mencapai 300-an kendaraan roda dua. Tetapi, memasuki H-2 kepadatan kendaraan mencapai titik maksimal dengan 2 ribu-an kendaraan roda dua per 15 menitnya.<br />
Dari penghitungan yang dilakukan petugas di Posko Mudik Dishubinfokom di Jl Brighjen Dharsono (By Pass), kepadatan tertinggi terjadi sekitar pukul 08.15-08.30 dimana jumlah kendaraan roda dua mencapai 2.935. “Jumlahnya memang masih fluktuatif, tapi volume kendaraan roda dua yang melintas sudah sangat padat dan jauh lebih tinggi dari beberapa hari kemarin,” ujar Kepala Bidang Angkutan Teknik Sarana dan Prasarana Dishubinfokom, Ujianto ATD, kepada Radar.<br />
Menurut Ujianto, kepadatan kendaraan khususnya roda dua terjadi sejak pukul 01.00, Rabu dini hari. Peningkatan pada tengah malam itu, sangat signifikan dan jumlahnya terus meningkat sampai menjelang sahur.<br />
Dia mengaku, serangkaian upaya antisipasi sudah dilakukan untuk memperlancar lalu lintas pemudik dan mengurangi terjadinya resiko kecelakaan. Antisipasi tersebut diantaranya adalah menutup sejumlah median jalan disepanjang jalur Jl Brighjen Dharsono (By pass). Tujuan penutupan median jalan adalah untuk mengurangi konflik arus lalu lintas dengan masyarakat lokal.<br />
Upaya lain yang dilakukan adalah dengan mengubah durasi lampu merah di sepanjang jalur pantai utara di wilayah Kota Cirebon. Selama arus mudik, durasi lampu merah arah Jakarta-Jawa Tengah atau sebaliknya menjadi lebih singkat. Perubahan durasi lampu merah selama arus mudik ini adalah untuk memperlancara lalu lintas pemudik dan mengurangi penumpukan kendaraan yang terlalu lama.<br />
Sementara, data dari data volume kendaraan Pospam Losari, ada 60.663 roda dua dan 9062 roda empat yang melintasi pantura menuju Jawa Tengah dari kurun waktu 00.00 dinihari hingga 11.00 siang.<br />
Lonjakan volume kendaraan ini dikarenakan pada Rabu (8/9) kemarin awal cuti bersama seluruh instansi pemerintah dan swasta yang ada di Jakarta dan sekitarnya dan diprediksikan akan terus bertambah ketika masuk H-1 hari ini.<br />
Karena mengalami kenaikan jumlah kendaraan, jalur pantura pun dipadati oleh kendaraan bernopol Jakarta. Bahkan di sejumlah titik kendaraan padat merayap, seperti  di Pasar Mundu, ribuan kendaraan harus menurunkan kecepatannya, karena ada aktivitas pasar tradisional yang memakan sebagian bahu jalan. Bahkan, di titik tersebut sempat terjadi kemacetan panjang. Namun menjelang siang, arus kembali padat merayap.<br />
Begitu juga di Gebang, bertepatan dengan hari pasaran, kondisi arus mudik dari pagi hingga siang hari terhitung lancar dan sesekali padat merayap. Tiap beberapa menit sekali, aparat kepolisian harus memberhentikan kendaraan, karena bergantian dengan penyeberang jalan.<br />
Menurut Kapospam Gebang AKP Yulianto, meski volume kendaraan naik pihaknya tertolong dengan pembangunan fly over, sebab pembatas jalan ditutup sehingga konsentrasi penyebarangan menjadi satu titik. “Kita tidak repot mengatur warga yang mau mennyeberang, sudah tersedia tempat penyebarangan. selain itu, jala dilebarkan sehingga bisa digunakan 3 lajur,” paparnya.<br />
Sementara itu, di pintu keluar tol Kanci, jumlah mobil pribadi masih stabil. Tidak terjadi antrian panjang menunggu tiket keluar.<br />
Menurut Sentra Komunikasi Tol Kanci-Pejagan, Darli Mulyana, volume kendaraan pribadi yang keluar tol Kanci relatif tidak ada peningkatan. Namun Darli menyebutkan bahwa jumlah kendaraan menuju tol Pejagan meningkat. “Kurang lebih ada peningkatan 20 persen dari jumlah mobil pribadi yang menuju Jawa. Sedangkan kendaraan yang keluar dari tol Kanci masih stabil,” ujarnya.<br />
Angka Kecelakaan<br />
Angka kecelakaan selama arus mudik selama H-2 memang belum terlalu tinggi, namun dari pemudik yang mengalami kecelakaan lalu lintas ada juga yang dirujuk ke rumah sakit terdekat.<br />
Kepala Puskesmas Kedawung, dr H Budi Soenjaya kepada Radar mengatakan, kecelakaan lalu lintas sejauh ini sudah ada  5 kejadian di wilayah kerja Puskesmas Kedawung. Dari 5 kejadian, 1 korban dirujuk ke RS Gunung Jati karena kondisinya cukup serius, sedangkan 4 orang lagi diperbolehkan untuk pulang. <strong> (yud/jun/mid/abd) </strong></p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://radarcirebon.com/2010/09/09/pemudik-motor-banjiri-jalur-pantura/" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radarcirebon.com/2010/09/09/pemudik-motor-banjiri-jalur-pantura/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Imam Idul Fitri Sudah Ditentukan</title>
		<link>http://radarcirebon.com/2010/09/09/imam-idul-fitri-sudah-ditentukan/</link>
		<comments>http://radarcirebon.com/2010/09/09/imam-idul-fitri-sudah-ditentukan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 00:00:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asep</dc:creator>
				<category><![CDATA[Metropolis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radarcirebon.com/?p=2845</guid>
		<description><![CDATA[CIREBON - Masjid Raya At-Taqwa Kota Cirebon sebagai pusat pelaksanaan salat Idul Fitri, sudah menentukan imam yang akan memimpin. Keputusan pengangkatan imam idul fitri ditentukan sejak lama atas kesepakatan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pemkot, dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) At-Taqwa Kota Cirebon. Dalam keputusan itu, imam salat Idul Fitri di Masjid Raya At-Taqwa yakni KH [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></p>
<div id="attachment_2846" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><strong><a href="http://radarcirebon.com/wp-content/uploads/2010/09/Cirebon-imam-masjid.jpg"><img class="size-medium wp-image-2846" title="Cirebon-imam masjid" src="http://radarcirebon.com/wp-content/uploads/2010/09/Cirebon-imam-masjid-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></strong><p class="wp-caption-text">DIPASTIKAN PADAT. Halaman masjid Agung Sang Cipta Rasa Kasepuhan akan dipadati warga yang melaksanakan salat Idul Fitri, besok.</p></div>
<p>CIREBON </strong>- Masjid Raya At-Taqwa Kota Cirebon sebagai pusat pelaksanaan salat Idul Fitri, sudah menentukan imam yang akan memimpin. Keputusan pengangkatan imam idul fitri ditentukan sejak lama atas kesepakatan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pemkot, dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) At-Taqwa Kota Cirebon.<br />
Dalam keputusan itu, imam salat Idul Fitri di Masjid Raya At-Taqwa yakni KH Muslim MAg dengan khotib Drs KH Solikhin Uzer. Menurut Tamir Masjid Raya At-Taqwa, Abdul Wasi, diputuskannya KH Muslim MAg sebagai imam dari sidang islah di ruang Pemkot Cirebon beberapa waktu lalu.<br />
“Jadi, penentuan siapa imam salat Idul Fitri tidak terlepas dari pembahasan dan keputusan bersama. Hal itu sudah menjadi tradisi karena untuk kepentingan ummat,” ujarnya, Rabu (8/9).<br />
Wasi juga menerangkan, jumlah jamaah salat Idul Fitri di Masjid Raya At-Taqwa Kota Cirebon ditaksir 20 ribu jamaah. Bahkan, lokasi salat Idul Fitri akan dipadati jamaah hingga ke jalan raya Siliwangi dan RA Kartini. “Masjid At-Taqwa sendiri sebetulnya hanya bisa menampung 5.000 jamaah. Nah, demi kepentingan syiar Islam, maka salat Idul Fitri dialihkan ke alun-alun atau lapangan depan masjid At-Taqwa,” jelasnya.<br />
Ditanya bagaimana jika terjadi hujan, Wasi menjawab bahwa panitia sudah menyiapkan masalah tersebut. “Seluruh jamaah akan dialihkan ke dalam masjid. Itu sudah menjadi tanggung jawab panitia,” ungkapnya.<br />
Sementara itu, KH Muslim MAg mengaku siap dalam segala hal untuk menjadi imam salat Idul Fitrai di Masjid Raya At-taqwa. Di tempat terpisah, penentuan siapa imam salat Idul Fitri tahun 1431 H di Masjid Agung Sang Cipta Rasa Keraton Kasepuhan Kota Cirebon juga sudah berlangsung lama. Hasil pengajuan yang dilakukan DKM Masjid Agung Sang Cipta Rasa disetujui yakni KH R Djunaedi BA. Menurut pengurus DKM Masjid Agung Sang Cipta Rasa, KH Drs Hasan Muhyidin, tidak ada kendala dalam menentukan siapa imam salat Idul Fitri setiap tahunnya. “Setelah disetujui dan ditunjuk oleh pihak keraton, maka kami langsung menyiapkan segalanya untuk salat Idul Fitri. Pak Djunaedi memang sudah menjadi imam tetap di Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Saat ini tidak ada kendala apapun,” tuturnya kemarin.<br />
Untuk khotib, salat Idul Fitri di Masjid Agung Sang Cipta Rasa ditunjuk KH Mahfudz Bakri yang juga mantan Ketua MUI Kota Cirebon. “Semua imam yang ditunjuk kesultanan berasal dari kaum masjid sendiri. Jadi, kami terima saja siapa yang mau memimpin salat Idul Fitri. Kadang ada juga yang mampu tapi tidak mau,” jelas Hasan.<br />
Dalam kesempatan tersebut, Hasan menunjukkan data bahwa jamaah salat Idul Fitri di Masjid Agung Sang Cipta Rasa diprediksi sekitar 1.500 jamaah. “Tidak bisa ditentukan berapa jumlah totalnya. Tetapi, hampir setiap tahun jamaah membeludak ke luar masjid,” tambahnya.<br />
KH R Djunaedi BA tidak ragu-ragu menyatakan kesiapannya menjadi imam salat Idul Fitri di Masjid Agung Sang Cipta Rasa. <strong>(mid)</strong></p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://radarcirebon.com/2010/09/09/imam-idul-fitri-sudah-ditentukan/" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radarcirebon.com/2010/09/09/imam-idul-fitri-sudah-ditentukan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>H-2, Penumpang KA Mencapai 10 Ribu</title>
		<link>http://radarcirebon.com/2010/09/09/h-2-penumpang-ka-mencapai-10-ribu/</link>
		<comments>http://radarcirebon.com/2010/09/09/h-2-penumpang-ka-mencapai-10-ribu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 00:00:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asep</dc:creator>
				<category><![CDATA[Metropolis]]></category>
		<category><![CDATA[Slide]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radarcirebon.com/?p=2848</guid>
		<description><![CDATA[KEJAKSAN - Kedatangan penumpang di Stasiun Kereta Api Kejaksan, mencapai masa puncak. H-2 kemarin, sedikitnya 10 ribu penumpang tiba di Cirebon. “Kita perkirakan jumlahnya 10 ribuan penumpang. Hari ini (kemarin, red) memang puncaknya arus mudik. Tapi, besok juga masih puncak,” ujar Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional III, Rudi Effendi, Rabu (8/9). Menurut dia, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></p>
<div id="attachment_2849" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><strong><a href="http://radarcirebon.com/wp-content/uploads/2010/09/Cirebon-yud-pemudik-kereta-api-11.jpg"><img class="size-medium wp-image-2849" title="Cirebon-yud-pemudik kereta api (1)" src="http://radarcirebon.com/wp-content/uploads/2010/09/Cirebon-yud-pemudik-kereta-api-11-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></strong><p class="wp-caption-text">BERDIRI. Penumpang Kereta Api Kuto Joyo terlihat sangat padat, sehingga banyak penumpang yang mesti bergelantungan di pintu-pintu kereta dan lokomotif.</p></div>
<p>KEJAKSAN </strong>- Kedatangan penumpang di Stasiun Kereta Api Kejaksan, mencapai masa puncak. H-2 kemarin, sedikitnya 10 ribu penumpang tiba di Cirebon. “Kita perkirakan jumlahnya 10 ribuan penumpang. Hari ini (kemarin, red) memang puncaknya arus mudik. Tapi, besok juga masih puncak,” ujar Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional III, Rudi Effendi, Rabu (8/9).<br />
Menurut dia, peningkatan jumlah penumpang tersebut terjadi sangat signifikan dibandingkan dua hari sebelumnya, dimana kisaran penumpang hanya pada angka 2 ribuan setiap harinya. Membludaknya penumpang kereta api pada H-2 diperkirakan karena sudah dimulainya cuti bersama, baik untuk instansi pemerintahan ataupun swasta. “Kalau yang besok, kemungkinan mereka yang nggak bisa berangkat hari ini,” kata dia saat ditemui di ruang kontrol Stasiun Kejaksan.<br />
Peningkatan jumlah penumpang mudik tersebut bisa terlihat dari kereta yang tiba di Stasiun Cirebon, baik kereta api reguler ataupun tambahan. Untuk kelas eksekutif, seluruh tempat duduk dari 10 rangkaian yang disediakan penuh terisi, sedangkan untuk kereta api kelas bisnis sudah diberlakukan toleransi 125 persen dari jumlah kursi yang tersedia.<br />
Berdasarkan data penumpang yang diakses di Stasiun Kejaksan, tecatat penumpang pada H-4 hanya 2.317, kemudian H-3 sebanyak 2.543 penumpang dan meningkat tajam pada H-2 kemarin dengan prediksi jumlah penumpang mencapai 10 ribu. Sedangkan untuk jumlah penumpang yang sudah tiba di Stasiun Kejaksan sejak H-10 sampai H-3 mencapai 26.630 penumpang.<br />
Sementara itu pantauan Radar di Terminal Harjamukti, peningkatan jumlah penumpang masih belum signifikan, meski dalam beberapa hari terakhir jumlah penumpang datang dan berangkat terus merangkak naik. Data terbaru yang bisa diakses yaitu pada H-3, tercatat 8.798 penumpang dan 475 bus tiba di Terminal Harjamukti.<br />
Sedangkan untuk keberangkatan  tercatat 1.212 penumpang dan 184 bus. Untuk keberangkatan penumpang didominasi dengan tujuan ke berbagai kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sedangkan untuk kedatangan penumpang masih didomonasi jurusan Jakarta.<strong> (yud)</strong></p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://radarcirebon.com/2010/09/09/h-2-penumpang-ka-mencapai-10-ribu/" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radarcirebon.com/2010/09/09/h-2-penumpang-ka-mencapai-10-ribu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Geger Tangkap Tuyul di Kompleks BAD</title>
		<link>http://radarcirebon.com/2010/09/09/geger-tangkap-tuyul-di-kompleks-bad/</link>
		<comments>http://radarcirebon.com/2010/09/09/geger-tangkap-tuyul-di-kompleks-bad/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 00:00:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asep</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radarcirebon.com/?p=2879</guid>
		<description><![CDATA[CIREBON – Warga Perumahan Bumi Asri Dawuan (BAD) Desa Dawuan Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon kemarin malam (7/9) digegerkan dengan penangkapan tuyul. Mereka berbondong-bondong menuju salahsatu sudut kompleks untuk melihat secara langsung makhluk halus yang sudah meresahkan warga sekitar. Tuyul tersebut diamankan dalam botol bekas yang telah diberi mantra pelindung agar tidak lolos lagi. Menurut sang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>CIREBON </strong>– Warga Perumahan Bumi Asri Dawuan (BAD) Desa Dawuan Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon kemarin malam (7/9) digegerkan dengan penangkapan tuyul. Mereka berbondong-bondong menuju salahsatu sudut kompleks untuk melihat secara langsung makhluk halus yang sudah meresahkan warga sekitar.<br />
Tuyul tersebut diamankan dalam botol bekas yang telah diberi mantra pelindung agar tidak lolos lagi. Menurut sang penangkap tuyul Ustad Ujang Busthomi,  untuk memancing agar tuyul tersebut mau masuk perangkap, pihaknya harus mengejar hingga ke sawah belakang kompleks. “Jumlahnya ada dua, sekarang yang tertangkap baru satu, satu laginya lari,” paparnya.<br />
Dikatakan, tuyul merupakan sejenis makhluk halus yang biasa meresahkan warga dengan tindakannya yang sering mencuri uang. Makhluk ini juga sengaja dipelihara oleh orang. “Memang sengaja ada yang menaruh tuyul di sini,” tuturnya sembari memegang erat botol yang berisi tuyul dan menutupnya dengan sorban warna hijau.<br />
Sesaat setelah tuyul tertangkap, Ketua RT 02/RW07 BAD, Abdul Wahid diperkenankan untuk memegangnya. “Ya saya pegang. hawanya agak panas. Pas saya pegang, seperti orang yang lagi menggeliat,” ujar pria yang juga ketua DKM Masjid Al-Barokah.<br />
Sementara itu, Ketua RW 07 Durrahman J Supena menuturkan, keberadaan tuyul di kompleks perumahan bukan sekadar isu. Pasalnya, sejumlah warga pernah melihat langsung penampakan tuyul yang sedang berkeliaran di komplek tersebut. “Warga di sini juga resah. Saya sering mendapat pengaduan dari warga soal kehilangan uang dan warga juga sering melihat tuyul tersebut. Kami yakin kalau yang menjadi penyebab hilangnya uang warga di sini adalah oleh tuyul,” ungkapnya.<br />
Pada kesempatan itu, ia juga melihat tuyul yang sudah ditangkap dan “diamankan” dalam botol melalui jepretan kamera wartawan koran ini. “Ya ada bedanya antara botol kosong dengan yang sudah ada tuyul. Bentuknya seperti kepulan asap yang menyerupai wujud manusia,” tutur dia.<br />
Agar aman dan tidak lari, tuyul tersebut kini sudah “diamankan” Ustad Ujang untuk kemudian diinterogasi siapa pemiliknya. Bahkan, ketua Forum Spiritual Peduli Cirebon (FSPC) itu akan mengejar tuyul yang satu lagi. “Kita akan tangkap satu lagi,” pungkasnya. Penangkapan tuyul ini membuat penghuni kompleks BAD geger. Bahkan, menjadi perbincangan hangat warga sekitar.<strong> (jun)</strong></p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://radarcirebon.com/2010/09/09/geger-tangkap-tuyul-di-kompleks-bad/" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radarcirebon.com/2010/09/09/geger-tangkap-tuyul-di-kompleks-bad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Martono Sengaja Dilarikan?</title>
		<link>http://radarcirebon.com/2010/09/09/martono-sengaja-dilarikan/</link>
		<comments>http://radarcirebon.com/2010/09/09/martono-sengaja-dilarikan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 00:00:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asep</dc:creator>
				<category><![CDATA[Metropolis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radarcirebon.com/?p=2839</guid>
		<description><![CDATA[KEJAKSAN – Pengungkapan kasus PD Pembangunan terus berkembang. Wakil Sekretaris DPC Peradi Cirebon, Sahroni Iva Sembiring SH menilai dalam perkara PD Pembangunan diduga ada unsur kesengajaan keberadaan Martono dikaburkan atau dilarikan, dan bukan melarikan diri. Dengan maksud agar kasus ini terputus atau missink link. “Kedudukan Martono dalam kasus ini kunci. Dan sampai sekarang masih buron, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEJAKSAN </strong>– Pengungkapan kasus PD Pembangunan terus berkembang. Wakil Sekretaris DPC Peradi Cirebon, Sahroni Iva Sembiring SH menilai dalam perkara PD Pembangunan diduga ada unsur kesengajaan keberadaan Martono dikaburkan atau dilarikan, dan bukan melarikan diri. Dengan maksud agar kasus ini terputus atau missink link.<br />
“Kedudukan Martono dalam kasus ini kunci. Dan sampai sekarang masih buron, diduga ada unsur kesengajaan keberadaan Martono dikaburkan,” ujarnya, Rabu (8/9).<br />
Menurutnya, terindikasi kuat kedudukan Martono sinonim dengan Anggodo Wijoyo, Arimuladi dan Istianto dalam kasus dugaan korupsi Masaro. Memerankan tiga makelar kasus (markus) sekaligus. Posisinya sebagai penerima dan penyalur dana-dana untuk oknum-oknum tertentu. Adapun posisi Ismu Widodo hanya sebagai kambing hitam, sama dengan posisi Erli Pasini dalam kasus PD Bank Pasar.<br />
“Artinya cukup jelas dalam kasus ini disinyalir ada sindikat dan aktor intelektual atau dader sebagai skenario kasus. Mengarah kepada Mr X yang memiliki kedudukan stragis,” paparnya kepada koran ini saat ditemui di Sekretariat Peradi Cirebon Jl Diponegoro, tanpa menyebutkan identitas Mr X dimaksud.<br />
Tujuan menskenariokan kasus ini, kata dia, memanipulasi data-data tanah untuk menggelapkan uang negara untuk memperkaya diri sendiri. Dengan cara korupsi agar uang negara sebesar Rp784.000.000 hasil penjualan tanah di Blok Siwodi milik PD Pembangunan tidak masuk ke PAD Kota Cirebon. “Yang saya sampaikan ini analisis didukung dengan data dan fakta,” tandasnya.<br />
Sahroni menambahkan, menyikapi ini, seharusnya DPRD Kota Cirebon cepat tanggap mengapresiasi kasus-kasus tersebut, untuk memanggil pihak yang terkait agar dapat terkuak dan terbongkar secara jelas. Bila perlu, DPRD mengajukan hak interpelasi atas kasus tersebut.<br />
Sementara itu, Kepala Seksi Intel Kejari Cirebon, Asep Sunarsa SH menyebutkan, tersangka baru dalam kasus PD Pembangunan tidak hanya satu, ada tiga sampai empat nama yang telah masuk dalam daftar surat perintah penyidikan. “Ada tiga atau empat nama lagi. Satu di dalamnya memang ada yang berinisial S,” ucapnya singkat saat dihubungi koran ini melalui telepon selularnya.<strong> (hen)</strong></p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://radarcirebon.com/2010/09/09/martono-sengaja-dilarikan/" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radarcirebon.com/2010/09/09/martono-sengaja-dilarikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kades Diminta Waspadai Pendatang</title>
		<link>http://radarcirebon.com/2010/09/08/kades-diminta-waspadai-pendatang/</link>
		<comments>http://radarcirebon.com/2010/09/08/kades-diminta-waspadai-pendatang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Sep 2010 00:00:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amirul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabupaten Kuningan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radarcirebon.com/?p=2805</guid>
		<description><![CDATA[Jelang Lebaran, Perangkat Desa Terima Tunjangan KUNINGAN &#8211; Menjelang Idul Fitri 1431 Hijriyah, Ketua RT, RW, perangkat desa, Badan Perwakilan Desa (BPD) dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) se Kabupaten Kuningan dimanjakan oleh Bupati H Aang Hamid Suganda. Mereka diberikan tunjangan di Aula Bank Jabar Banten Cabang Kuningan, Selasa (7/9). Besaran tunjangan bervariatif. Kepala desa dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<div id="attachment_2806" class="wp-caption alignleft" style="width: 293px"><strong><strong><a href="http://radarcirebon.com/wp-content/uploads/2010/09/bantuan-Rt-tat3.jpg"><img class="size-full wp-image-2806" title="bantuan Rt tat3" src="http://radarcirebon.com/wp-content/uploads/2010/09/bantuan-Rt-tat3.jpg" alt="" width="283" height="188" /></a></strong></strong><p class="wp-caption-text">foto : tatang ashari TUNJANGAN. Bupati H Aang Hamid Suganda secara simbolis menyerahkan tunjangan untuk perangkat desa, RT, RW, BPD dan LPM se Kuningan, kemarin.</p></div>
<p><strong>Jelang Lebaran, Perangkat Desa Terima Tunjangan<br />
KUNINGAN</strong> &#8211; Menjelang Idul Fitri 1431 Hijriyah, Ketua RT, RW, perangkat desa, Badan Perwakilan Desa (BPD) dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) se Kabupaten Kuningan dimanjakan oleh Bupati H Aang Hamid Suganda. Mereka diberikan tunjangan di Aula Bank Jabar Banten Cabang Kuningan, Selasa (7/9).<br />
Besaran tunjangan bervariatif. Kepala desa dan perangkatnya masing-masing Rp100 ribu per tahun, BPD Rp100 ribu per orang per tahun, RT/RW Rp150 ribu per satuan organisasi pertahun, LPM Rp150 ribu persatuan organisasi dan Rp250 ribu bagi LPM di kelurahan persatuan organisasi.<br />
“Pemberian tunjangan ini sebagai bentuk penghargaan kepada kepala desa, perangkat desa, BPD, Ketua RT/RW dan LPM atas pengabdiannya dalam penyelenggaraan pemerintahan, percepatan pelayanan masyarakat dan pembangunan,” terang Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD), Drs H Kamil Ganda Permadi MM, kepada Radar, kemarin.<br />
Sementara, Bupati H Aang Hamid Suganda berharap, para ketua RT/RW yang berada di garda terdepan pelayanan kepada masyarakat untuk tetap memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.<br />
“Pemerintah sudah berusaha untuk memberikan perhatian kepada para ketua RT/RW serta para perangkat desa, BPD dan LPM melalui pemberian dana stimulant ini. Kalau dilihat dari nilai memang uang itu tidak seberapa, akan tetapi bentuk perhatian yang diberikan oleh pemerintah itulah yang terpenting,” tandasnya.<br />
Bupati berterimakasih kepada RT, RW, perangkat desa, BPD dan LPM atas pengabdian dirinya secara terus menerus. Sehingga pembangunan di Kabupaten Kuningan terasa sangat mudah dan lancar dilaksanakan.<br />
Peran Kepala Desa, BPD, LPM RT dan RW memiliki arti penting untuk membantu implementasi kebijakan dan program pemerintah. Karena, sebaik apapun program yang digulirkan oleh pemerintah maupun pemerintah daerah, tanpa adanya dukungan dari berbagai komponen masyarakat tidak akan menghasilkan sebuah karya yang maksimal.<br />
Selanjutnya, Ia berpesan kepada seluruh kepala desa, menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri ini agar mewaspadai setiap pendatang atau pemudik yang masuk ke daerahnya. Jangan sampai ada kejadian yang tidak diharapkan. Seperti halnya pada waktu-waktu yang lalu. ”Tahun lalu, kita semua dikejutkan dengan keberadaan teroris di wilayah Kuningan. Oleh sebab itu peranan kepala desa sangat penting dalam mengawasi para pendatang. Tanya saja kepada para pendatang yang sekiranya dicurigai dan tidak jelas identitasnya,” imbau bupati. <strong>(tat)</strong></p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://radarcirebon.com/2010/09/08/kades-diminta-waspadai-pendatang/" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radarcirebon.com/2010/09/08/kades-diminta-waspadai-pendatang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KPK Incar Gubernur Jabar</title>
		<link>http://radarcirebon.com/2010/09/08/kpk-incar-gubernur-jabar/</link>
		<comments>http://radarcirebon.com/2010/09/08/kpk-incar-gubernur-jabar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Sep 2010 00:00:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asep</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radarcirebon.com/?p=2816</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya siap memproses proyek kartu lebaran Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan senilai Rp1,7 miliar. Meskipun belum menginjak tahan penyelidikan, kini KPK sedang menelaah status perkara tersebut. “Saat ini kami belum perlu mengambil keterangan Gubernur (Jabar),” ucap juru bicara KPK Johan Budi di Gedung KPK kemarin (7/9). Dia melanjutkan Senin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA </strong>- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya siap memproses proyek kartu lebaran Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan senilai Rp1,7 miliar. Meskipun belum menginjak tahan penyelidikan, kini KPK sedang menelaah status perkara tersebut.<br />
“Saat ini kami belum perlu mengambil keterangan Gubernur (Jabar),” ucap juru bicara KPK Johan Budi di Gedung KPK kemarin (7/9). Dia melanjutkan Senin (6/7) lalu, pemerintah daerah Jabar telah melakukan klarifikasi terhadap perkara ini. “Makanya, kami lihat dulu hasil klarifikasinya,” imbuhnya.<br />
Selain menilai klarifikasi yang dilakukan pemda, KPK juga akan melihat apakah ada peraturan yang menaungi pembuatan kartu lebaran itu. Sebab, pengadaan kartu lebaran itu menggunakan dana APBD. Menurut Johan, pihaknya akan memeriksa lebih lanjut, apakah pengadaan itu sudah sesuai dengan peraturan pemerintah tentang pengadaan barang dan jasa.<br />
Seperti yang diketahui, dalam perayaan lebaraan tahun ini, Gubernur Jabar menyebarkan kartu ucapan Selamat Idul Fitri sekitar 450 ribu lembar. Jumlah tersebut setara 1 persen dari 43 juta penduduk Jabar. Sedangkan untuk nominalnya, termasuk sangat besar, yakni mencapai Rp1,7 miliar.<br />
Sebenarnya, Heryawan tidak hanya diincar dalam kasus kartu lebaran saja. Kemarin (7/9), aktivis Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara) melaporkan Heryawan ke KPK dalam beberapa kasus. Yakni dugaan proses perekrutan tenaga ahli yang melebihi kuota, dan penyelewengan dana bantuan sosial sebesar Rp2,52 triliun.<br />
Selain melaporkan, sekitar 50 aktivis Penjara juga melakukan demontrasi di depan gedung KPK sekitar pukul 10.00. Suasana semakin memanas ketika bebarapa pendemo tersebut mencoba menerobos barikade polisi yang bertugas mengamankan demo tersebut. Saling dorong pun tak terelakkan.<br />
Kepanikan pun terjadi ketika salah satu pendemo yang diketahui bernama Ahmad Fachrie mencoba  melukai diri dengan mengiris urat nadinya. Petugas mengalah, hingga akhirnya pendemo dipersilakan masuk. Tak lama kemudian mereka ditemui Staf Direktorat Pengaduan Masyarakat (Dumas KPK) Imam Harmudi.<br />
Fachrie yang juga koordinator aksi mengatakan pihaknya melaporkan Heryawan dalam tiga perkara. Yakni pengangkatan staf ahli gubernur melebihi kuota. Menurut Ahmad, berdasar PP Nomor 41/2007 tentang Perangkat Organisasi Pemerintah Daerah, staf ahli gubernur paling banyak lima orang, tetapi gubernur mengangkat 12 staf ahli.<br />
Bahkan, gGaji tenaga ahli tersebut, ujar Ahmad, bervariasi antara Rp12,9 &#8211; Rp14 juta per bulan. Pembiayaannya diambil dari APBD. Selain itu mereka juga melaporkan dugaan penyelewenangan dana bantuan sosial tahun anggaran 2009, sebesar Rp2,52 triliun. “Yang terakhir kasus kartu ucapan,” ucapnya. <strong>(kuh)</strong></p>
<p class="facebook"><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://radarcirebon.com/2010/09/08/kpk-incar-gubernur-jabar/" target="_blank" title="Share on Facebook">Share on Facebook</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radarcirebon.com/2010/09/08/kpk-incar-gubernur-jabar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
